RELUNG.ID – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Zulfikar, menegaskan bahwa GRIB bukanlah organisasi masyarakat (ormas) yang berorientasi pada tindakan premanisme. Pernyataan ini disampaikan saat ia menjadi narasumber dalam sebuah diskusi yang dipandu Aiman Witjaksono.
Menurut Zulfikar, GRIB Jaya selalu berkomitmen membela masyarakat yang terzalimi, sejalan dengan arahan Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules.
“Kami tidak pernah mendukung pihak yang menzalimi orang lain. Itu sudah menjadi prinsip dasar organisasi kami, dan arahan ini jelas berasal dari Ketua Umum kami,” ujar Zulfikar.
Sementara itu, mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, menyampaikan kritik terhadap GRIB Jaya. Ia menyoroti sejumlah pernyataan dan tindakan kontroversial yang melibatkan anggota organisasi tersebut, termasuk insiden pembakaran mobil polisi di Depok yang diduga dilakukan oleh anggota GRIB Jaya.
“Tugas pemimpin adalah mencintai rakyat, bukan sekadar mencari dukungan. Jika seorang gubernur, bupati, atau wali kota ingin didukung GRIB, maka mereka harus mencintai rakyat terlebih dahulu, bukan ormasnya,” ujar Gatot dengan nada tegas.
Gatot juga menyinggung komentar tidak pantas yang dianggap menghina Presiden Prabowo Subianto. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesopanan dalam berbicara, terutama terhadap pemimpin negara.
“Jangan menghina presiden saya. Presiden Prabowo adalah seorang Komandan Jenderal Kopassus dan Pangkostrad. Hormati beliau,” tambah Gatot.
Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah tindakan anggota GRIB Jaya di Depok yang membakar mobil polisi. Kejadian ini bermula ketika aparat berupaya menangkap Ketua Ranting GRIB Jaya di Kelurahan Harjamukti, Depok. Insiden tersebut memperburuk citra organisasi dan memicu kecaman dari berbagai pihak.
Menanggapi berbagai kritik, Zulfikar menyatakan bahwa GRIB Jaya akan melakukan evaluasi internal untuk memastikan anggotanya mematuhi nilai-nilai organisasi. Ia juga berharap masyarakat tidak menggeneralisasi seluruh anggota GRIB atas insiden yang melibatkan oknum tertentu.
“Kami akan terus berkomitmen untuk menjadi organisasi yang mendukung rakyat dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan,” tutup Zulfikar.[THQ]

