RELUNG.ID – Hari Puisi Nasional yang jatuh pada 28 April lalu kini ikut dirayakan para seniman dan sastrawan di Kota Palembang.
Perayaan ini digelar di salah satu tempat sejarah atau heritage di Kota Palembang yaitu Lawang Borotan.
Setidaknya ada 30 deklarator lebih yang ikut berpartisipasi membacakan puisi menyarakan kegelisahan, harapan, cinta dan kritik sosial melalui lirik-lirik penuh makna. Mereka dari berbagai usia mulai dari pelajar hingga kedinasan.
Ketua Panitia, Slamet Nugroho, menyebut Lawang Borotan dipilih bukan tanpa alasan. Mereka ingin puisi tidak hanya terdengar, tapi juga terasa.
“Tempat ini dengan jejak-jejak sejarahnya memberi ruang spiritual yang magis bagi kata-kata,” katanya.
Sementara itu, Ketua DKP, M Nasir menambahkan, puisi adalah medium paling jujur untuk menyampaikan denyut kehidupan.
“Puisi tak butuh istana. Ia bisa lahir di gang sempit, di hati rakyat kecil, atau di balik meja birokrasi,” katanya.
Menurutnya, saat ini puisi masih memiliki tempat di ruang publik. “Jad hanya milik penyair tetapi milik siapa pun yang ingin jujur pada pikirannya dan lembut pada rasanya,” tutupnya.
Dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Sulaiman Amin dan Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel, Muhammad Zaki Aslam juga ikut membacakan puisi. (LWM)

