RELUNG.ID- Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyebabkan berkurangnya sumber air, sehingga menjadi kendala utama dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD OKI, Isa Irawan, mengatakan bahwa kondisi tersebut memaksa pihaknya mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat guna meningkatkan kapasitas penanganan bencana, khususnya karhutla.
“Permohonan ini kami ajukan berdasarkan tingkat kerawanan bencana yang tergolong sedang hingga tinggi di sejumlah kecamatan, sebagaimana tercantum dalam Kajian Risiko Bencana Kabupaten OKI tahun 2020–2024,” ujarnya, Kamis (22/5).
Isa menegaskan bahwa terbatasnya sumber air sangat memengaruhi efektivitas proses pemadaman kebakaran. Untuk itu, BPBD OKI telah merancang pembangunan fasilitas sumber air permanen di titik-titik rawan karhutla.
“Fasilitas tersebut meliputi pembangunan sumur bor, pamsimas, embung, hingga sarana mandi cuci kakus (MCK). Ini bertujuan mempercepat proses pemadaman serta mendukung operasi kedaruratan lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Isa menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis situasi bencana, Kabupaten OKI memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla dan banjir. Faktor geografis serta keterbatasan sumber air menjadi penyebab utama.
“Kita berupaya meminimalkan dampak dan kerugian dengan menganalisis dan memverifikasi langsung kondisi di lapangan,” imbuhnya.
Pihak BPBD juga telah mengidentifikasi kecamatan-kecamatan yang memiliki potensi ancaman karhutla dan banjir, serta dampak yang bisa ditimbulkan terhadap penduduk maupun wilayah terdampak.
“Membangun sumur bor menjadi salah satu solusi utama menghadapi krisis air saat musim kemarau, khususnya dalam penanganan karhutla,” kata Isa.
Ia menambahkan, BPBD OKI telah menyusun daftar permohonan pembangunan fasilitas pendukung sebagai upaya konkret memperkuat efektivitas penanggulangan bencana di daerah tersebut.[HWJ]

