RELUNG.ID – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel, mendesak manajemen PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) untuk segera menyelesaikan kewajiban pembayaran pesangon dan hak-hak lainnya kepada mantan pekerja. Pernyataan ini muncul menyusul penangkapan mantan Direktur Utama Sritex periode 2005–2022, Iwan Setiawan Lukminto, terkait dugaan korupsi dana kredit bank oleh Kejaksaan Agung.
“Kami tengah menegosiasikan masalah pesangon ini. Pak Menteri (Yassierli) meminta saya untuk menjalin komunikasi dengan manajemen agar hak-hak pekerja, termasuk pesangon, dapat segera dipenuhi,” ujar Noel di Kantor Kemnaker pada Kamis (22/5).
Noel menegaskan bahwa pemerintah akan mengawal penyelesaian kewajiban Sritex kepada mantan pekerja, termasuk memastikan pembayaran pesangon, jaminan kehilangan pekerjaan (JKP), jaminan hari tua (JHT), dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami akan menelaah lebih lanjut untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab terbesar dalam penyelesaian pesangon ini, apakah manajemen atau kurator. Hak-hak pekerja harus diutamakan,” tambahnya.
Sebelumnya, Iwan Setiawan Lukminto bersama dua tersangka lainnya, Dicky Syahbandinata (eks Pemimpin Divisi Komersial dan Korporasi Bank BJB) dan Zainuddin Mappa (eks Direktur Utama Bank DKI), ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi fasilitas kredit bank.
Iwan diduga menyalahgunakan dana kredit untuk kepentingan pribadi, sementara dua mantan pejabat bank tersebut dituding melanggar prosedur dan prinsip kehati-hatian saat memberikan kredit kepada PT Sritex. Akibat kasus ini, negara mengalami kerugian hingga Rp692 miliar.
Kemnaker berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini, memastikan pekerja yang terdampak tidak dirugikan. Noel juga menekankan bahwa perusahaan tetap memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan kewajiban kepada pekerja, terlepas dari permasalahan hukum yang membelit manajemen.
“Dalam situasi seperti ini, tanggung jawab terhadap hak-hak pekerja tidak boleh diabaikan. Kami akan memastikan mereka mendapatkan apa yang menjadi haknya,” tutup Noel.[THQ]

