RELUNG.ID – Toyota Motor Corporation menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali semangat berkendara dengan menolak memproduksi “mobil komoditas” yang hanya mengandalkan spesifikasi dan efisiensi bahan bakar.
Pernyataan ini disampaikan Presiden Toyota, Koji Sato, dalam presentasi laporan keuangan kuartal I 2025, awal bulan ini.
“Mobil bukanlah mobil jika tidak menyenangkan. Itulah mengapa kami tidak akan pernah membiarkan mobil kami menjadi komoditas,” tegas Sato.
Dia menambahkan bahwa tren konsumen saat ini telah bergeser: pembeli tidak lagi didominasi “otak kiri” yang hanya mencari angka-angka teknis, melainkan ingin merasakan gairah dan emosi saat mengemudi.
Selama ini Toyota dikenal luas karena membangun reputasi pada keandalan, keselamatan, dan efisiensi—faktor yang membuat model seperti Camry dan Corolla diminati banyak konsumen, namun dianggap “membosankan” oleh sebagian kalangan.
Kini Toyota tengah menyeimbangkan portofolio dengan kehadiran lini performa tinggi, mulai dari GR86, GR Supra, hingga varian GRMN, serta jajaran off-roader tangguh seperti Land Cruiser dan 4Runner TRD Pro.
Sato menjelaskan bahwa menyuntikkan performa dan desain sporty ke dalam setiap segmen akan memperluas daya tarik merek ke kalangan penggemar otomotif yang mendambakan pengalaman berkendara emosional.
“Mobil sport memang harus ramping, namun jika gairah yang sama tidak dapat ditemukan pada jenis mobil lain, Anda tidak akan dapat menjangkau pelanggan,” ujarnya.
Meski demikian, tantangan berat menanti Toyota, terutama untuk model sport andalan GR Supra. Pada tahun 2024, penjualan GR Supra di Amerika Serikat tercatat hanya 2.652 unit, angka yang jauh di bawah ekspektasi.
Supra generasi kelima (MkV) bahkan sudah memasuki edisi Final Edition, menandai potensi penamatan produksinya.
Toyota sendiri pernah mengalami penghentian Supra selama 17 tahun sebelum model generasi kelima diluncurkan kembali pada 2019. (LWM)

