Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Generasi Muda Palembang Berkarya Lewat Lomba Melukis Anti Vandalisme
Regional

Generasi Muda Palembang Berkarya Lewat Lomba Melukis Anti Vandalisme

Indra PrajaBy Indra Praja25/05/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID-Gedung Kesenian Palembang kembali hidup dan menggeliat oleh semangat para remaja yang menjadikan kuas sebagai alat perjuangan dan warna sebagai bahasa perlawanan.

Dalam rangkaian Bulan Menggambar Nasional 2025, digelar lomba melukis tingkat SMP dan SMA dengan tema yang tajam dan relevan: “Remaja Anti Vandalisme dan Tawuran.”

Puluhan peserta dari berbagai sekolah di Palembang dan sekitarnya hadir sejak pagi, membawa cat, kuas, dan gagasan besar tentang bagaimana generasi muda harus menjadi agen damai, bukan pelaku kekerasan. Tidak sedikit yang datang bersama guru pembimbing atau orang tua sebagai bentuk dukungan penuh terhadap gerakan ini.

Tema tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Masalah vandalisme dan tawuran pelajar masih menjadi persoalan laten di kota-kota besar, termasuk Palembang. Namun alih-alih hanya mengandalkan seminar atau ceramah, panitia mengajak para remaja menyuarakan sikap mereka lewat media yang mereka cintai: seni lukis.

Beragam karya tampil menggugah, mulai dari lukisan sekolah impian yang bebas kekerasan, hingga gambaran dua remaja yang semula bertikai lalu berdamai dalam pelukan dengan pesan kuat: “Maaf Lebih Kuat dari Marah.” Ada juga lukisan yang menampilkan tembok penuh coretan kekerasan yang perlahan berubah menjadi mural harapan.

Rania (15), pelajar SMP dari Ogan Ilir, mewakili suara banyak remaja saat berkata, “Tawuran itu bukan solusi. Lewat gambar, saya ingin bilang: damai itu keren.”

Kegiatan lomba dilanjutkan dengan sesi melukis bersama komunitas dan pelukis senior Palembang. Anak-anak muda duduk berdampingan dengan para seniman, berbagi tips, teknik, serta semangat yang sama.

Menurut Rudi Maryanto, S.S., ketua pelaksana, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi. “Seni adalah bahasa yang bisa menyentuh tanpa melukai. Lewat karya mereka, kita tahu anak-anak ini punya kepedulian, imajinasi, dan kemauan untuk berubah.”

Bulan Menggambar Nasional 2025 di Palembang membuktikan kreativitas bisa menjadi senjata damai. Pesan moral tidak harus disampaikan dengan ancaman, cukup dengan karya yang jujur, kuat, dan lahir dari hati para remaja itu sendiri.

Selain lomba, Gedung Kesenian juga menjadi panggung bagi anak-anak TK dan SD yang ikut lomba mewarnai, tawa mereka menyatu dengan aroma cat air dan krayon. Workshop grafis cetak sablon dari Fajar (Jama Project) membuka wawasan baru, dilanjutkan sesi Anatomi Drawing yang dipandu oleh dua mentor kawakan: Rudi Maryanto dan Asep Hadian.

Peserta pun datang dari luar Palembang, seperti Ogan Ilir dan Banyuasin, menjadikan Gedung Kesenian layaknya “galeri hidup” tempat ide-ide seni menemukan bentuknya dan komunitas gambar menemukan rumah.

Acara ditutup resmi oleh Ketua Dewan Kesenian Kota Palembang, M. Nasir, yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua peserta, panitia, dan komunitas seni.

“Kita butuh ruang seperti ini, di mana anak muda tak hanya diajak menjauhi kekerasan, tapi juga diberi panggung menyampaikan sikapnya secara kreatif. Ini langkah preventif yang humanis dan mendalam,” ujarnya. (DSK)

Dewan Kesenian Palembang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKAI Divre III Palembang Siapkan 11 Ribu Lebih Tiket, KA Bukit Serelo dan Rajabasa Laris Manis
Next Article Dugaan Korupsi Pengolahan Darah, Kejari Lubuklinggau Segera Tetapkan Tersangka
Indra Praja

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,880 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,752 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,726 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?