RELUNG.ID – Kasus Middle East Respiratory Sindrome Coronavirus (MERS-CoV) mengalami peningkatan di kawasan Timur Tengah.
Kondisi ini menjadi perhatian anggota Komisi VIII DPR RI agar para calon jemaah haji agar tetap waspada.
“Jadi harus benar-benar waspada, jaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat selama di Tanah Suci,” kata Mahdalena, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Sejak 1 Maret hingga 21 April 2025, dilaporkan ada sembilan kasus positif MERS berdasarkan data Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
MERS merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernapan yang disebabkan oleh subtipe baru dari virus corona yang belum pernah ditemukan menginfeksi manusia sebelumnya.
Virus ini pertama kali menyerang manusia di Yordania pada April 2012. Namun kasus yang pertama kali dilaporkan di Arab Saudi pada September 2012.
Jemaah haji yang terkena penyakit MERS akan mengalami gejala awal seperti demam, batuk dan sesak napas. Bahkan beberapa mengalami gejala gastrointestinal seperti diare dan mual/muntah.
Sekitar 80 persen kasus MERS pada manusia dilaporkan berasal dari Arab Saudi.
“Penyakit MERS ini ditularkan dari hewan ke manusia melalui kontak langsung atau tak langsung. Jemaah haji diharapkan tidak terlalu berdekatan atau berkontak langsung dengan hewan seperti unta untuk meminimalisir terkena virus MERS,” ujarnya.
Mahdalena pun meminta petugas haji secara intens memberikan imbauan agar jemaah haji meningkatkan kewaspadaan serta benar-benar menerapkan protokol kesehatan agar terhindari dari penyakit MERS.
“Saya berharap petugas haji memberikan sosialisasi secara terus menerus kepada jemaah haji untuk menggunakan masker sehingga meminimalisir terpapar penyakit,” pungkasnya. (LWM)

