RELUNG.ID- Tiga puluh dua tahun setelah gugur dalam perjuangannya membela hak-hak buruh, Marsinah, aktivis buruh asal Nganjuk, Jawa Timur, akhirnya resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.
Penganugerahan gelar tersebut disampaikan dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Momen itu menjadi penuh haru, terutama bagi Marsini, kakak kandung almarhumah, yang hadir mewakili keluarga.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Presiden RI yang sekarang. Terima kasih sebesar-besarnya untuk anugerah yang diberikan untuk adik saya Marsinah,” ujar Marsini dengan suara bergetar.
Marsini juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk, serta organisasi pekerja seperti KSPSI, KSBSI, dan para aktivis yang selama ini memperjuangkan pengakuan negara atas jasa Marsinah.
“Semua yang mendukung, saya ucapkan terima kasih. Akhirnya gelar pahlawan nasional Marsinah tercapai. Keluarga kami sangat berterima kasih,” ungkapnya.
Ia kemudian mengenang masa kecil sang adik yang hidup penuh kesulitan. Marsinah tumbuh tanpa orang tua dan hanya menempuh pendidikan hingga sekolah menengah pertama. Namun, semangatnya memperjuangkan keadilan membuatnya dikenal sebagai simbol perlawanan kaum pekerja.
“Marsinah dulu hidupnya berat, tanpa ibu, tanpa bapak. Saya tidak menyangka dia akan menjadi orang besar yang membanggakan Indonesia, khususnya Nganjuk. Sekarang Nganjuk punya pahlawan nasional. Terima kasih, adikku Marsinah,” ucap Marsini haru.
Marsini berharap semangat perjuangan Marsinah dapat menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya para pekerja di Indonesia. Ia juga menitipkan pesan agar pemerintah memperhatikan kesejahteraan buruh.
“Saya berharap tidak ada lagi PHK, terutama yang outsourcing. Semoga dengan Pak Prabowo, bisa seperti zaman dulu, tanpa outsourcing, agar kehidupan pekerja lebih baik,” katanya.
Marsinah dikenal luas sebagai ikon perjuangan buruh Indonesia. Ia ditemukan tewas pada Mei 1993 setelah memperjuangkan hak rekan-rekannya di sebuah pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur. Kasus kematiannya menjadi simbol keberanian melawan ketidakadilan dan memperjuangkan hak-hak pekerja.
Kini, melalui Keputusan Presiden tahun 2025, nama Marsinah resmi diabadikan dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia sebuah pengakuan atas pengorbanannya yang tak pernah padam dalam sejarah perjuangan kaum buruh. [YKP]

