Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Ratusan Massa di Aceh Desak Pencabutan Keputusan Mendagri Terkait Empat Pulau
Politik

Ratusan Massa di Aceh Desak Pencabutan Keputusan Mendagri Terkait Empat Pulau

alwiBy alwi17/06/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Aksi massa di Kantor Gubernur Aceh. (Instagram/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Aceh Melawan (GAM) menggelar aksi damai di halaman Kantor Gubernur Aceh, Senin (16/6).

Aksi tersebut untuk menolak Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang mengalihkan empat pulau dari wilayah Aceh ke Sumatera Utara (Sumut). Massa menuntut Pemerintah Pusat segera mencabut keputusan tersebut.

Baca juga :   Ikuti Arahan Sang Ibu, Dua Kepala Daerah PDIP di Sumsel Batal Ikut Retret di Magelang

Dalam aksinya, peserta membawa atribut termasuk beberapa bendera Bulan Bintang simbol yang hingga kini masih menjadi kontroversi dalam konteks nasional, meskipun telah memiliki dasar hukum melalui Qanun Aceh Nomor 13 Tahun 2013. Tercatat sekitar lima bendera dikibarkan selama aksi berlangsung.

Aksi berlangsung damai, dengan pengamanan minimal dari pihak kepolisian. Sekitar delapan aparat kepolisian terlihat berjaga di sekitar tiang bendera kantor gubernur tanpa melakukan penertiban terhadap pengibaran bendera tersebut.

Massa juga menggelar aksi teatrikal, memperagakan simulasi baku tembak menggunakan replika senjata dari kayu, sebagai simbol perjuangan merebut kembali empat pulau yang mereka klaim secara historis dan administratif milik Aceh.

Baca juga :   2028, IKN Jadi Ibu Kota Politik, Fokus Fungsi Pemerintahan

Koordinator aksi, Ilham Rizky, menegaskan bahwa masyarakat Aceh mendukung penuh langkah Pemerintah Aceh dalam mempertahankan wilayahnya. Ia mengingatkan agar Pemerintah Aceh tidak mundur dalam memperjuangkan hak daerah.

“Kami ingatkan Pemerintah Aceh untuk tidak mundur. Masyarakat siap mendukung penuh untuk merebut kembali empat pulau itu,” katanya.

Ilham juga menyatakan kekhawatiran bahwa jika keputusan pengalihan pulau tetap dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto, maka hal tersebut dapat memicu gejolak sosial di Aceh.

Baca juga :   Hashim Djojohadikusumo Sebut Presiden Prabowo Pernah Ditawari Suap US$ 1 Miliar


Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Aceh, Syakir, menyatakan bahwa Pemerintah Aceh tidak akan mundur dari upaya mempertahankan empat pulau yang disengketakan.

Dia menyebut seluruh dokumen pendukung telah disiapkan untuk dibawa dalam pertemuan bersama Kementerian Dalam Negeri yang dijadwalkan pada Selasa (17/6).

“Kita sudah siapkan dokumen historis, termasuk kesepakatan antara Gubernur Aceh dan Sumut pada tahun 1992. Semuanya akan kami jabarkan dalam rapat dengan Kemendagri,” katanya.

Baca juga :   256 Ribu Surat Suara PSU Pilkada Empat Lawang Tiba, KPU Langsung Mulai Sortir dan Pelipatan

Pemerintah Aceh, kata Syakir, tidak akan menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), melainkan memilih jalur administratif dan konsultatif.

“Kita tetap konsisten. Jalur PTUN tidak kita ambil, tapi semua langkah lain akan ditempuh demi mempertahankan hak Aceh,” pungkasnya. (vid)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIshak Mekki Diperiksa Kejati Sumsel Terkait Dugaan Korupsi Proyek Pasar Cinde
Next Article Alokasikan Dana Rp12 Miliar, Pemkot Prabumulih Siapkan Seragam Gratis untuk SD dan SMP
alwi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,894 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,767 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,739 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?