Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Otomotif»Dihantam Tarif Impor AS, Pangsa Pasar Produsen Mobil Tiongkok di Eropa Naik Dua Kali Lipat
Otomotif

Dihantam Tarif Impor AS, Pangsa Pasar Produsen Mobil Tiongkok di Eropa Naik Dua Kali Lipat

alwiBy alwi24/06/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sedan listrik mewah, BYD Yang Wang U7. (Istimewa/net)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Langkah Uni Eropa memberlakukan tarif tinggi terhadap mobil listrik buatan Tiongkok tampaknya tidak mematahkan langkah para produsen otomotif Negeri Tirai Bambu.

Sebaliknya, perusahaan seperti BYD, Geely, dan SAIC justru berhasil menggandakan pangsa pasar mereka di benua biru dengan strategi cerdas dan adaptif.

Baca juga :   2,6 Juta Unit Kendaraan Chery Group Terjual di 2024

Dihadapkan dengan tarif impor hingga 35 persen terhadap kendaraan listrik, produsen Tiongkok beralih mengekspor mobil hibrida dan berbahan bakar bensin, yang tidak termasuk dalam cakupan tarif tersebut.

Mereka juga menyasar negara-negara di Eropa Selatan, seperti Italia dan Spanyol, di mana dominasi produsen lokal seperti Jerman dan Prancis tidak terlalu kuat.

Hasil dari strategi ini mencengangkan. Menurut data JATO Dynamics, pada April 2025, merek mobil Tiongkok mencatat pangsa pasar sebesar 4,9 persen dari total penjualan mobil baru di Uni Eropa naik tajam dari 2,4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga :   Ancam Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna, Tiga Mobil Honda di Amerika Serikat Jalani Investigasi

Itu berarti lebih dari 53.000 unit mobil buatan Tiongkok terjual dalam satu bulan.

Meski tarif bertujuan membendung masuknya mobil listrik Tiongkok, penjualan mobil listrik dari negeri tersebut justru melonjak 59 persen pada April jauh melampaui pertumbuhan 26 persen yang dicatatkan oleh produsen lain.

Tonggak penting lainnya terjadi bulan itu: BYD berhasil melampaui Tesla di pasar mobil listrik Eropa. BYD mencatat 7.231 pendaftaran mobil listrik baru, sedikit lebih tinggi dibanding Tesla yang mencatat 7.165 unit.

Baca juga :   Garap Mobil Listrik Cerdas, Geely Integrasi dengan DeepSeek AI

Penurunan Tesla sebagian disebabkan oleh sentimen negatif terhadap CEO-nya, Elon Musk.

Namun demikian, data dari Schmidt Automotive Research menunjukkan bahwa dua pertiga mobil buatan Tiongkok yang terjual di Eropa pada kuartal pertama tahun ini bukan mobil listrik murni, melainkan model hibrida atau bensin.

Ini berpotensi menjadi pukulan bagi ambisi iklim UE yang ingin mempercepat transisi ke kendaraan listrik sepenuhnya.

Baca juga :   BYD Kuasai Pasar Mobil Tiongkok, Tesla Tertinggal

Keberhasilan produsen mobil Tiongkok tidak hanya terletak pada kelincahan strategi, tetapi juga kecepatan produksi.

Produsen seperti BYD dan Geely mampu merancang dan meluncurkan model baru dalam waktu enam bulan jauh lebih cepat dibandingkan dua tahun yang dibutuhkan rata-rata produsen Eropa.

Melihat ke depan, BYD telah mempersiapkan ekspansi besar-besaran dengan membangun fasilitas produksi di Hungaria dan Turki.

Baca juga :   Siap Pecahkan Rekor, Xiaomi Luncurkan SU7 Ultra dengan Kekuatan 1.548 HP

Setelah mulai beroperasi tahun depan, kendaraan dari pabrik ini akan dikategorikan sebagai produk lokal dan terbebas dari tarif impor, membuka peluang penetrasi pasar lebih luas lagi.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa industri otomotif Tiongkok tidak hanya berhasil bertahan dalam tekanan perdagangan, tetapi juga mampu membalikkan situasi menjadi peluang emas di pasar Eropa. (LWM)

BYD Geely Mobil China Mobil Tiongkok Tarif Impor AS Tesla
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article2.538 Kopdes Merah Putih Terbentuk di Sumsel, Target Rampung 100 Persen Akhir Juni
Next Article Tokyo Revengers: War Of The Three Titans Arc Bakal Tayang 2026
alwi

Related Posts

Otomotif

Porsche Perkuat Kepemilikan Manthey Jadi 67 Persen, Siapkan Dua Model Edisi Khusus

09/10/20263 Views
Otomotif

Toyota dan Lexus Recall 617 Mobil Gara-Gara Masalah Steering Knuckle

06/10/20268 Views
Otomotif

Toyota Uji Ketangguhan Hilux BEV, Ditimpa Karavan dari Ketinggian 9 Meter

02/10/20267 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,995 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,866 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,838 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?