RELUNG.ID – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatra Selatan (Sumsel) melaporkan realisasi investasi hingga triwulan I/2025 telah mencapai Rp13,72 triliun. Plt. Sekretaris DPMPTSP Sumsel, Eko Agusrianto, menyebut angka ini sudah memenuhi 32,26% dari target tahunan yang ditetapkan dalam RPJMD 2025 sebesar Rp42,5 triliun.
Investasi yang tercatat terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp9,84 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp3,88 triliun. Namun, realisasi investasi ini mengalami kontraksi signifikan yakni Quartal-to-Quartal (QtQ): Penurunan sebesar 55,02% dan Year-on-Year (YoY): Penurunan sebesar 3,04%.
Sektor yang mendominasi investasi di Sumsel antara lain, Pertambangan: Rp3,42 triliun, Listrik, Gas, dan Air: Rp1,61 triliun, Industri Kimia dan Farmasi: Rp1,59 triliun, Industri Kertas dan Percetakan: Rp1,52 triliun dan Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan: Rp1,40 miliar.
Negara investor utama adalah Singapura dengan nilai Rp1,65 triliun, disusul oleh China sebesar Rp1,17 triliun. Kedua negara ini berkontribusi besar dalam sektor industri strategis seperti OKI Pulp dan BUMN seperti Pusri.
Kinerja investasi yang solid turut membawa dampak positif pada penyerapan tenaga kerja. Hingga triwulan I/2025, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 15.810 orang, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 8.233 orang.
“Data sistem OSS menunjukkan kontribusi tenaga kerja yang signifikan dari berbagai pelaku usaha di Sumsel,” ujar Eko.[THQ]

