RELUNG.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan groundbreaking pembangunan Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat.
Proyek ini menjadi langkah strategis dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam dan percepatan transisi energi nasional.
Salah satu proyek utama yang diresmikan adalah pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).
Dalam mendukung inisiatif ini, PT PLN (Persero) memastikan penyediaan pasokan listrik yang andal hingga 2×27,7 megavolt ampere (MVA), sebagai bentuk komitmen mendukung akselerasi ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan industri baterai ini merupakan bagian dari strategi besar menuju swasembada energi serta simbol kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra global.
“Kita bisa bekerja sama dalam program yang bisa dikatakan kolosal, sebuah terobosan luar biasa. Dari sini kita bisa menghasilkan energi terbarukan dan ramah lingkungan, sebagaimana dicita-citakan seluruh dunia,” kata Prabowo dalam sambutannya, Selasa (1/7/2025).
Ia juga menegaskan pentingnya hilirisasi sebagai strategi nasional untuk mengelola kekayaan alam Indonesia agar memberikan nilai tambah yang tinggi bagi kesejahteraan rakyat.
“Kunci pembangunan bangsa adalah kemampuan mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah. Itu yang akan mendorong kemakmuran,” ujarnya.
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyebut proyek ini akan mendukung kemandirian energi dan penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional.
“Pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 15 gigawatt hour (GWh), cukup untuk memenuhi kebutuhan baterai sekitar 250 ribu hingga 300 ribu unit mobil listrik. Dampaknya, kita bisa menghemat impor BBM hingga 300 ribu kiloliter per tahun,” jelas Bahlil.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan, kesiapan PLN menjadi tulang punggung dalam pembangunan proyek strategis nasional ini.
Menurutnya, PLN akan menyediakan infrastruktur kelistrikan yang andal dan layanan responsif sesuai kebutuhan pengembangan pabrik.
“PLN siap menjadi support system dalam mewujudkan visi Asta Cita Presiden Prabowo, melalui kolaborasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya
Saat ini, PLN telah memulai penyambungan daya awal sebesar 2,1 MVA untuk mendukung fase konstruksi. Kapasitas pasokan listrik akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 2×27,7 MVA pada tahun 2027.
Proyek ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri kendaraan listrik serta mendorong pertumbuhan industri dalam negeri berbasis energi bersih dan berkelanjutan. (CKM)

