RELUNG.ID – Setelah debutnya di pasar Tiongkok bulan lalu sebagai RedMagic Tablet 3 Pro, RedMagic kini resmi meluncurkan versi global dari perangkat terbarunya dengan nama RedMagic Astra Gaming Tablet.
Tablet ini menyasar kalangan gamer mobile dan penggemar multimedia yang menginginkan perangkat performa tinggi dalam desain ringkas.
Astra Gaming Tablet mengusung layar OLED LTPO 9,06 inci dengan resolusi 1504 x 2400 piksel dan aspek rasio 16:10.
Panel tersebut mendukung refresh rate hingga 165Hz, teknologi HDR, peredupan PWM untuk kenyamanan mata, dan tingkat kecerahan puncak mencapai 1.600 nits.
Bezel sekelilingnya pun tergolong tipis, hanya 4,9mm, yang membuat pengalaman visual semakin imersif.
Dari sisi performa, tablet ini ditenagai oleh Snapdragon 8 Elite SoC Android papan atas yang dipadukan dengan sistem pendingin canggih.
Kombinasi logam cair, ruang uap besar, dan kipas aktif mampu menurunkan suhu hingga 8°C, menjadikan perangkat tetap dingin bahkan saat digunakan untuk sesi gaming berat.
Fitur multimedia juga diperhatikan, dengan kehadiran speaker stereo dan driver haptic ganda untuk pengalaman audio dan getaran yang realistis saat bermain game maupun menonton film.
Untuk daya tahan, Astra Gaming Tablet dibekali baterai 8.200 mAh dengan dukungan pengisian cepat 80W. RedMagic mengklaim pengisian dari 0 persen hingga 50 persen hanya memerlukan waktu 20 menit. Port USB-C mendukung USB 3.2 Gen 2 dan dapat menyambungkan tampilan eksternal hingga 8K@60Hz atau 4K@144Hz.
Tablet ini hadir dalam dua pilihan warna, yakni Hitam (dengan varian RAM/storage: 12/256GB, 16/512GB, dan 24GB/1TB) serta Silver (12/256GB dan 16/512GB).
Penjualan global dimulai pada 16 Juli 2025 mendatang. RedMagic juga menawarkan program Early Bird yang berlangsung dari 10 hingga 15 Juli.
Pembeli dalam periode ini akan mendapatkan bonus berupa lengan jari gaming RedMagic dan charger 80W secara cuma-cuma yang tidak termasuk dalam paket penjualan reguler.
RedMagic Astra Gaming Tablet akan tersedia di berbagai wilayah, termasuk Amerika Utara, Eropa, Inggris, Asia Pasifik, dan negara-negara Kerjasama Teluk (GCC). (LWM)

