RELUNG.ID – Lembaga riset, Counterpoint telah mengeluarkan data terbaru terkait pasar jam tangan pintar di tahun 2024.
Berdasarkan data Counterpoint, pasar jam tangan pintar mengalami penurunan secara global dibandingkan tahun sebelumnya.
Tercatat penurunan ini di tahun 2024 sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2023 mendatang.
Menurut Counterpoint, ini merupakan penurunan pertama yang terjadi di pasar, meskipun beberapa pemain utama menunjukkan dinamika yang berbeda.
Dari data ini, Apple tetap mempertahankan posisi teratas, pengiriman jam tangan pintarnya mengalami penurunan signifikan sebesar 19 persen.
Di sisi lain, Huawei berhasil mengamankan posisi kedua dengan peningkatan pengiriman sebesar 35 persen.
Keberhasilan Huawei didorong oleh kekuatan pasar domestik China dan portofolio produk yang beragam, yang mencakup perangkat yang dapat dikenakan dasar, jam tangan pintar anak-anak, serta penawaran tingkat lanjut.
Samsung juga menunjukkan kinerja positif dengan peningkatan pengiriman sebesar 3 persen, berkat jajaran Galaxy Watch7 dan Galaxy Watch Ultra.
Sementara itu, Xiaomi mencatat lonjakan luar biasa dengan peningkatan pengiriman tahunan mencapai 135 persen pada tahun 2024, menandakan kekuatan yang terus berkembang di segmen ini.
Analisis menyebutkan bahwa penurunan pasar global terutama disebabkan oleh melemahnya permintaan di pasar India.
Di negara tersebut, siklus penggantian yang lambat, kurangnya inovasi, dan pengalaman pengguna yang tidak memuaskan di antara pembeli pertama kali menjadi faktor utama yang menekan pertumbuhan pasar.
Menariknya, pasar Tiongkok telah muncul sebagai pasar global terbesar untuk pertama kalinya, mencatat pertumbuhan sebesar 6 persen dari tahun ke tahun dan pengiriman tertinggi yang pernah ada.
Di pasar ini, Huawei, Imoo (sebelumnya dikenal sebagai BKK), dan Xiaomi mendominasi, mengokohkan posisi mereka sebagai pemimpin di segmen jam tangan pintar.
Meski menghadapi tekanan di tahun 2024, para analis optimis bahwa pasar jam tangan pintar akan pulih secara perlahan pada tahun 2025.
Pemulihan ini diyakini akan didorong oleh integrasi kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan fitur pemantauan kesehatan tingkat lanjut yang semakin diminati konsumen. (LWM)

