RELUNG.ID – Anggota DPR RI asal Sumatera Selatan, HM Giri Ramanda N Kiemas, menyoroti ambruknya Jembatan Muara Lawai di Kabupaten Lahat sebagai bukti nyata lemahnya pengawasan terhadap kendaraan over dimension over load (ODOL), khususnya truk angkutan batu bara yang kerap melintas di jalur umum.
Menurut Giri, kejadian yang terjadi beberapa hari lalu itu menunjukkan masih minimnya tindakan tegas terhadap truk bermuatan berlebih yang merusak infrastruktur jalan dan jembatan. Ia meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai pihak yang memiliki kewenangan atas izin operasional angkutan barang untuk segera mengambil langkah konkret.
“Kemenhub harus bersikap tegas dalam menertibkan truk ODOL. Ini bukan hanya soal kerusakan jalan, tapi juga menyangkut keselamatan dan potensi kerugian negara,” tegas politisi PDI Perjuangan itu, Rabu (2/7/2025).
Giri menekankan perlunya kolaborasi lintas instansi dalam pengawasan dan penindakan terhadap truk ODOL. Ia menyarankan agar dilakukan uji petik secara berkala oleh Kemenhub, Kementerian PUPR, dan aparat kepolisian di titik-titik jalur rawan.
“Pengawasan tidak bisa hanya berhenti di atas kertas. Harus nyata di lapangan,” tambahnya.
Selain kerusakan fisik, Giri juga menyoroti dampak ekonomi dari rusaknya infrastruktur. Ia menyebut kerugian negara yang ditimbulkan akibat kerusakan jalan dan kemacetan bisa mencapai miliaran rupiah.
“Kita bicara soal miliaran rupiah. Kerugiannya bukan cuma untuk negara, tapi juga masyarakat yang aktivitas ekonominya terhambat. Ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus terjadi,” ujarnya.
Giri yang duduk di Komisi II DPR RI itu menegaskan bahwa perlindungan terhadap infrastruktur publik adalah tanggung jawab bersama. Ia menyerukan agar semua pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah, menjalankan pengawasan secara maksimal.
“Kalau semua pihak tegas dan menjalankan fungsinya, truk ODOL tidak akan berani melintas sembarangan,” pungkasnya. (DSK)

