RELUNG.ID – Nur’aini (35), warga Desa Upang, Banyuasin, harus menjalani proses persalinan darurat dan dievakuasi menggunakan ambulans apung milik Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumsel, Kamis (3/7/2025) dini hari.
Ibu hamil tersebut awalnya berobat ke klinik bidan desa Rahmi Apriani setelah mengalami tanda-tanda persalinan. Namun karena proses persalinannya masuk dalam fase “kala dua lama” atau tidak mengalami kemajuan, bidan menyarankan agar Nur’aini segera dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.
Komandan Kapal Polisi V-1027 Pos Pangkalan Sandar Upang, Aipda Ardianto, mengatakan dirinya menerima telepon dari bidan Rahmi sekitar pukul 01.45 WIB. Ia langsung berkoordinasi dan menjemput Nur’aini sekitar pukul 04.00 WIB menggunakan ambulans apung.
“Setelah kami jemput di klinik bidan Rahmi Apriani, ibu Nur’aini kami bawa menempuh perjalanan sekitar satu jam melalui Sungai Musi menuju dermaga 7 Ulu Palembang. Selanjutnya, ia dibawa ke Rumah Sakit Bunda,” ujar Aipda Ardianto.
Setibanya di rumah sakit, Nur’aini menjalani proses persalinan melalui operasi caesar. Bayi laki-laki yang lahir dalam kondisi sehat itu diusulkan diberi nama Cakra Buana Samapta atau Arnavat Dharpa Mahe, sebagai bentuk penghargaan atas proses evakuasi yang penuh semangat dan semangat kemanusiaan.
Aipda Ardianto menegaskan, Ditpolairud Polda Sumsel selalu siap memberikan pelayanan kepada masyarakat perairan yang membutuhkan bantuan, terutama dalam kondisi darurat.
“Silakan masyarakat yang tinggal di wilayah perairan segera menghubungi kami jika membutuhkan pertolongan darurat. Kami standby 24 jam, dan layanan ini tidak dipungut biaya,” tandasnya. (FZP)

