RELUNG.ID- Proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Palembang tahun 2025 resmi berakhir. Kloter 22 yang berisi 367 jemaah asal Palembang dan Bangka Belitung (Babel) menjadi rombongan terakhir yang tiba pada Kamis (10/7/2025).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumatera Selatan, H. Syafitri Irwan, menyampaikan bahwa total 8.115 jemaah diberangkatkan tahun ini melalui Embarkasi Palembang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.084 orang telah kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Palembang, terdiri dari 6.885 jemaah asal Sumsel, 1.111 jemaah asal Babel, dan 88 petugas kloter.
“Alhamdulillah, seluruh proses pemulangan jemaah berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujar Syafitri.
Namun demikian, terdapat beberapa catatan. Sebanyak 23 jemaah wafat di Tanah Suci, lima masih dirawat di Arab Saudi, dua jemaah pulang melalui debarkasi lain, dan satu jemaah dilaporkan terpisah dari kloter dan masih dalam pencarian.
Lima jemaah yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi adalah, Sopia Senen Anang (76), asal OKU Selatan, Basid Ismail (74), asal Muara Enim, Zaleha Fery Nur Utih (65), asal Palembang< Idhar Hanapi Nurdjati (83), asal Palembang dan Eddy Asmadi (65), asal Palembang
Sementara dua jemaah yang pulang melalui debarkasi lain adalah Hendra Kurniawan dari Babel (melalui Embarkasi Jakarta Pondok Gede) dan Roospina Iyat Pekir dari Palembang (melalui Embarkasi Batam).
Syafitri menegaskan bahwa seluruh jemaah yang masih dirawat tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI akan terus memantau perkembangan kesehatan mereka. “Jika kondisi mereka membaik, pemerintah akan memfasilitasi kepulangan ke Tanah Air,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh petugas kloter, non-kloter, tenaga kesehatan, dan panitia embarkasi-debarkasi yang telah bekerja maksimal dalam melayani jemaah.
“Kerja keras semua pihak sangat luar biasa. Semoga semua yang didedikasikan untuk jemaah mendapat ganjaran pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ucapnya.
Syafitri turut menyampaikan terima kasih kepada para jemaah atas kesabaran dan kerja sama yang telah membantu kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Ia pun memohon maaf apabila masih ada kekurangan dalam pelayanan.
“Insya Allah kami telah berusaha semaksimal mungkin. Kekurangan yang ada akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan haji ke depan,” pungkasnya.[DSK]

