RELUNG.ID – Kakao Entertainment, perusahaan hiburan asal Korea Selatan yang juga membawahi platform webtoon Tapas, mengumumkan akan menutup platform web novel berbahasa Inggris, Radish, pada 31 Desember 2025.
Informasi ini disampaikan Radish melalui pemberitahuan dalam aplikasi pada 9 Juli lalu, menyebut keputusan tersebut sebagai keputusan sulit untuk menutup aplikasi Radish.
Radish didirikan pada tahun 2016 oleh Seung-yoon Lee dan menjadi sorotan global setelah diakuisisi oleh Kakao Entertainment pada tahun 2021 senilai 500 miliar won Korea (sekitar USD 440 juta saat itu).
Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi global agresif Kakao yang juga mencakup akuisisi Tapas dan peluncuran layanan di Asia Tenggara.
Di Amerika Utara, Kakao Entertainment saat ini mengoperasikan tiga platform di bawah payung Tapas Entertainment: Tapas, Radish, dan Wuxiaworld. Namun, dari ketiganya, hanya Radish yang akan dihentikan.
Meskipun tidak disebutkan secara rinci alasan penutupan tersebut, melambatnya pertumbuhan pendapatan diyakini menjadi faktor utama.
Kakao sebelumnya mencatatkan kerugian penurunan nilai sebesar 460 miliar won Korea terkait goodwill atas Tapas, yang mencerminkan tantangan bisnis yang dihadapi di pasar Amerika Utara.
Penutupan Radish merupakan bagian dari upaya restrukturisasi global Kakao yang tengah berlangsung. Sebelumnya, pada Oktober 2023, perusahaan telah menutup operasinya di Taiwan dan Indonesia.
Awal Juli ini, Kakao juga mengumumkan penutupan layanan Kakao Webtoon di Thailand, yang akan digantikan oleh platform Kakao Page pada akhir tahun.
Dengan perubahan ini, Kakao akan mengkonsolidasikan fokusnya pada platform IP cerita global yang masih aktif, yaitu Tapas dan Wuxiaworld di Amerika Utara, Piccoma di Jepang, dan Kakao Page yang akan hadir di Thailand.
“Penutupan Radish merupakan bagian dari upaya untuk memfokuskan kembali strategi global dengan mengonsolidasikan operasi dan memperkuat Tapas sebagai platform utama di pasar Amerika Utara,” kata
Juru bicara Kakao Entertainment. (LWM)

