RELUNG.ID – Program Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai diakselerasi di Sumatera Selatan. Program ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama di kawasan pedesaan dan terpencil, melalui pemberdayaan koperasi yang inklusif, profesional, dan transparan.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel, Arifin Susanto, menyebut koperasi bukan hanya sekadar lembaga simpan pinjam, tetapi bisa menjadi instrumen nyata dalam mendorong pelaku usaha naik kelas dan memperluas akses keuangan.
“Kita ingin koperasi menjadi lembaga mikro yang kredibel, terbuka, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi lokal secara nyata,” ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Minggu (13/7/2025).
Menurutnya, keberhasilan program ini bergantung pada keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas koperasi, hingga para pelaku UMKM. Salah satu strategi percepatan adalah memperkuat kelembagaan koperasi dan membuka akses keuangan formal hingga ke tingkat kelurahan.
“Literasi keuangan, pendampingan usaha, dan tata kelola koperasi harus berjalan beriringan,” tegas Arifin.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Edward Candra, menyatakan Koperasi Merah Putih dapat menjadi wadah ideal bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan menggerakkan roda perekonomian desa secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kalau koperasinya aktif, legal, dan transparan, pembiayaan jadi mudah. Ekonomi desa pun bergerak, bahkan bisa menciptakan lapangan kerja baru,” ungkap Edward.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini tak cukup hanya dengan seremoni, tapi harus dilanjutkan dengan langkah konkret dan koordinasi lintas sektor yang solid. Dengan pendekatan kolaboratif, Sumsel ditargetkan menjadi provinsi percontohan inklusi keuangan berbasis koperasi desa pertama di Indonesia.[THQ]

