RELUNG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) pada Minggu, 14 Juli 2025. Meski saat ini Sumsel sudah memasuki musim kemarau, hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang diprediksi masih dapat terjadi dengan durasi singkat.
Kondisi ini disebut sebagai transisi musim yang kerap memunculkan fenomena cuaca ekstrem secara tiba-tiba. BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pada pagi hari, sebagian besar wilayah Sumsel diperkirakan cerah berawan. Namun, memasuki siang hingga sore, potensi hujan intensitas sedang diprediksi melanda wilayah OKI, Banyuasin, Muara Enim, OKU Selatan, Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara. Hujan ringan juga berpeluang turun di Palembang, OKU Timur, OKU, PALI, dan Lubuk Linggau.
Sementara pada malam hari hingga dini hari, cuaca diperkirakan berawan dengan potensi hujan sedang di wilayah Musi Banyuasin, PALI, Muara Enim, OKU, Banyuasin, Palembang, dan Prabumulih. Hujan ringan berpeluang terjadi di Musi Rawas, Lahat, OKU Selatan, OKU Timur, dan Ogan Ilir.
Suhu udara di dataran rendah Sumsel berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembaban 56–97 persen. Sedangkan di dataran tinggi, suhu berkisar antara 19 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembaban 60–100 persen. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 5–30 km/jam, dengan arah dominan dari tenggara ke barat daya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir lokal, pohon tumbang, atau gangguan aktivitas luar ruang yang disebabkan oleh hujan lebat dan angin kencang. Warga juga disarankan untuk memantau informasi cuaca terkini melalui situs resmi www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau akun media sosial @infocuacasumsel.[THQ]

