RELUNG.ID – Honorer di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bernama Rizki Ramadan (25), ditemukan tewas tergantung di kamar mandi rumah kontrakannya, Senin (14/7) kemarin.
Jasad korban ditemukan tewas tergantung usai temannya bersama warga sekitar nekat mendobrak pintu kontrakan yang terletak di Kelurahan Tanjung Rancing RT 05 Lorong Barokah, Kecamatan Kayuagung
“Korban tinggal di Kayuagung sendirian, sementara keluarganya berada di Palembang,” kata salah satu keluarga korban, Intan.
Dia menceritakan, semula dia dihubungi pacar korban yang merasa khawatir karena sudah berapa hari korban tidak memberi kabar.
“Ponsel korban tidak bisa dihubungi, pacar korban meminta tolong temannya untuk mengecek korban di kontrakannya,” kata Intan, Selasa (15/7).
Dia kemudian mendatangi kontrakan korban. Saat itu pintu kontrakan dalam keadaan terkunci dari dalam sehingga harus didobrak warga.
“Saat pintu sudah terbuka lalu kami masuk ke dalam, kemudian lampu dinyalakan dengan terkejut melihat korban sudah tergantung di kamar mandi,” terangnya.
Mendapati korban yang telah dalam kondisi tidak bernyawa dan tergantung, dia langsung menghubungi pihak kepolisian.
Sementara itu, Ketua RT 05 Kelurahan Tanjung Rancing, Paina membenarkan bahwa korban telah tinggal di lingkungan tersebut selama dua tahun terakhir.
“Orangnya tidak banyak berinteraksi dengan warga lain. Saya tahu kejadian ini dari warga yang ramai berdatangan,” ujarnya.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten OKI, Hilwen Hariwijaya membenarkan bahwa korban merupakan salah satu anggotanya.
“Berdasarkan data, Rizki sudah 7 tahun jadi honorer di Damkar OKI,” ujar Hilwen.
Hilwen mengatakan, dari informasi rekan kerja korban, korban terakhir masuk kerja pada Jumat 11 Juli 2025 pukul 10.00 WIB.
Pada hari itu korban sempat tertidur di mess dan tidak mengikuti apel, lalu pulang ke kontrakan sekitar pukul 14.00 WIB.
“Seharusnya dia piket pada Minggu kemarin, tapi tidak masuk dan tidak ada kabar. Ponselnya juga tidak bisa dihubungi,” katanya.
Terpisah, Kapolsek Kayuagung, Iptu Joni Sahibi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif di balik peristiwa tersebut.
“Kami sudah mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang pribadi milik korban seperti handphone dan pakaian sebagai barang bukti,” pungkasnya. (HWJ)

