RELUNG.ID – Gegara memakai sandal jepit milik sang bibi, seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Palembang berinisial ANG (15) harus menjadi korban penganiayaan hingga luka lebam di tubuh.
Merasa tidak terima anaknya menjadi korban penganiayaan, M Ariyadi (42) melaporkan sang bibi berinisial EV ke petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.
Diceritakan oleh Ariyadi, peristiwa penganiayaan itu terjadi di Warung Model Bik Susi yang beralamat di Jalan Gubernur HA Bastari, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, Rabu (30/7) sekitar pukul 15.00 WIB.
Bermula, lanjut Ariyadi, ketika korban tak sengaja memakai sandal jepit milik bibinya saat makan di warung di tempat kejadian perkara (TKP).
“Menurut keterangan anak saya, waktu sedang makan di lokasi, bibinya (terlapor) datang dan langsung marah karena memakai sandal jepitnya. Karena memang salah, sandal dikembalikan dan dia minta maaf,” kata Ariyadi.
Dikatakan Ariyadi, dikarenakan sudah tersulut emosi terlapor tak mengindahkan permintaan maaf dari korban dan justru menganiaya secara membabi buta.
“Anak saya dijambak, ditendang, dipukul dan ditampar sampai tidak berdaya. Untung ada warga yang memisahkan. Saya tidak terima, makanya milih untuk lapor polisi agar dia ditindak,” tambah Ariyadi.
Sementara itu, Kepala SPK Polrestabes Palembang Ipda Kosasih membenarkan telah menerima laporan dari orangtua korban.
“Sudah diterima, akan ditindaklanjuti di bagian reskrim,” pungkasnya. (DNP)

