RELUNG.ID- Keluhan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kembali mencuat.
Warga menduga pihak SPBU lebih mengutamakan pengisian BBM ke dalam drigen dan tangki modifikasi, ketimbang melayani kendaraan yang telah mengantre berjam-jam.
Puluhan truk dan mobil pribadi mengaku kecewa karena tak mendapatkan solar meski telah mengantre sejak pagi. Salah satunya Alek (34), sopir dump truck, yang mengatakan telah menunggu hingga 12 jam namun tetap tak kebagian BBM.
“Padahal kelihatannya minyak masih ada. Tapi pihak SPBU tidak mau melayani mobil pribadi dan dump truck. Mereka lebih utamakan drigen, tedmon, dan tangki modifikasi,” kata Alek, Minggu (3/8/2025).
Menurutnya, praktik seperti ini sudah sering terjadi dan terkesan dibiarkan tanpa sanksi dari Pertamina. Ia berharap ada tindakan tegas agar masyarakat tidak terus dirugikan.
Hal serupa diungkapkan Ayu, seorang pengendara motor. Ia menilai, pengisian BBM di SPBU tersebut tidak transparan.
“Baru selesai diisi oleh Pertamina, tapi hitungan jam sudah habis. Ini jelas-jelas ada permainan,” ujarnya.
Ayu menduga SPBU sengaja mengutamakan pengisian ke wadah yang tidak semestinya, dan seolah kebal dari pengawasan serta sanksi.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindakop) Muratara, Kodri, melalui Kabid Perdagangan Azhari menyatakan akan segera melakukan monitoring ke SPBU Muara Rupit.
“Kami akan cek ketersediaan BBM dan sistem pelayanannya, termasuk apakah menggunakan barcode atau tidak,” ujarnya.
Azhari menegaskan, jika terbukti SPBU melanggar aturan, pihaknya akan memberikan surat peringatan.
“SPBU harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat umum. Jika ditemukan pelanggaran seperti mengutamakan drigen atau tangki modifikasi, akan kami tindak tegas,” pungkasnya.[LTM]

