RELUNG.ID – Empat anggota Polres Pagar Alam menerima penghargaan dari Polda Sumsel di Mapolda Sumsel pada Senin (4/8/2025).
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan menangkap kembali dua tahanan yang sempat kabur usai sidang di Pengadilan Negeri Pagar Alam pada April lalu.
Keempat personel Polres Pagar Alam ini yaitu, Kompol Herry Widodo, Bripka Efryansyah, Brigpol Nico Trimandala, dan Brigpol Edwin Putra Tanjung.
Kasus ini terjadi pada Selasa (29/4/2025) lalu, saat itu ada tiga tahanan kasus narkoba yang kabur dari mobil tahanan kejaksaan saat akan dimasukkan kembali ke dalam Lapas II B Pagar Alam usai menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN).
Ketiga tahanan ini yaitu Aryo Dimas bin Nasib Kasyanto,Sulhadinata bin Samari dan Sapani bin Baruni
“Para tahanan kabur setelah memanfaatkan kondisi pintu mobil tahanan yang tidak terkunci saat berhenti di dekat Lapas Pagar Alam,” katanya.
Saat ini dua dari tiga tahanan, Aryo Dimas dan Sapani, berhasil ditangkap kembali. Sementara satu lainnya, Sulhadinata, masih dalam pengejaran oleh Kejaksaan dan Polres Pagar Alam.
Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Fahmi bersama Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Muhammad Arief membenarkan bahwa ada tiga orang tahanan kabur melompat lewat pintu belakang mobil tahanan.
“Mereka kabur tak jauh dari kantor Lapas dari melompat dari mobil tahanan yang membawa mereka kembali usai sidang sore kemarin,”kata Arif Rabu (30/4/2025).
Ia menjelaskan bahwa Dimas,Sulhadinata dan Sapani bersama beberapa orang tahanan lainnya sebelumnya di jemput Kejaksaan dari Lapas klas IIIB Pagar Alam ke PN untuk menjalani sidang lanjutan.
Usai menjalani sidang seperti biasanya sesuai protap Kejaksaan, para tahanan di giring masuk ke mobil tahanan untuk di kembalikan ke dalam Lapas.
“Petugas kami sesuai protap sudah memborgol kembali para tahanan lalu memasukkannya ke dalam mobil tahanan,”imbuhnya.
Namun anehnya kata dia tiga tahanan berhasil kabur melompat dari pintu belakang mobil tahanan padahal sebelumnya tegasnya .petugas pengawal telah dengan teliti mengunci pintu mobil tahanan sesuai protap.
Ia menduga ketiga tahanan kabur itu sebelumnya telah mengakali pintu dan kunci mobil tahanan dimana meski terkunci dari luar tapi tetap bisa dari dalam.
“Dari pengakuan salah seorang tahanan yang tidak ikut kabur di ketahui bahwa pelarian ketiga orang ini telah di rencanakan dimana informasi menyebutkan bahwa Sulhadi telah menyiapkan semacam kunci untuk membuka borgol dan membuka pintu belakang mobil tahanan,” tutupnya. (TFK)

