RELUNG.ID – Masjid merupakan rumah ibadah dan kegiatan keagamaan Islam yang positif.
Masjid juga harus difungsikan untuk menyebarkan syiar Agama Islam dan mempersatukan umat.
“Jadi Masjid bukan tempat berpolitik, dan harus steril dari hal politik praktis,” tegas Ketua Dewan Masjid Indonesia, HM Jusuf Kalla, Selasa (21/3).
Baca Juga: 61 Ribu Debitur KUR Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
Karena itu, dia pun meminta seluruh pengurus masjid di Sumsel untuk tidak menjadikan mimbar masjid sebagai ajang berpolitik para politisi. Jika ada politisi yang ingin mengajak untuk berpolitik maka masjid bukan tempatnya.
“Jangan sampai karena politik umat jadi terpecah belah,” terangnya.
Untuk para mubaligh juga harus dipilah agar tidak membawa politik ke dalam masjid. Sebab, jika poltik dibawa ke dalam masjid maka akan menyebabkan perpecahan umat antara satu sama lain.
Meski demikian, masjid dapat dimanfaatkan untuk mengajak atau mensosialisasikan agar masyarakat ikut serta meramaikan pemilihan umum. Namun, sifatnya mendukung demoktratis. “Kalau mendukung pemilu yang bersih, itu dipersilahkan. Jemaah juga harus ikut serta dalam pemilu dan mengawasi pemilu yang jujur,” pungkasnya.
Baca Juga: DanMachi Bakal Diadaptasi Jadi Game Baru
Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang, Abdul Rozak mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi dan menjaga kekhusukan para jemaah selama beribadah. Khususnya, menjaga Masjid Agung Palembang dari para politisi yang berpolitik melalui mimbar masjid.
“Tapi jika politisi ini ada kemampuan untuk ceramah ya boleh mereka ceramah. Tapi jangan mengajak orang untuk berpolitik,” pungkasnya.

