RELUNG.ID – Pembunuhan sadis terhadap korban Indra Maulana (49) akhirnya terungkap.
Pelakunya pembunuhan ini tak lain yaitu istri, anak dan menantu korban.
Ketiganya pelaku pembunuhan ini merupakan warga Desa Jud II, Kecamatan Sanga Desa, Muba, Sumsel.
Baca Juga: Rapat Paripurna LXII, Anggota DPRD Sumsel Sampaikan Hasil Reses ke Eksekutif
Kabag Ops Polres Muba, Kompol M Ali Asri menerangkan, kronologi pembunuhan ini berawal pelaku Neni Triana yang tak lain istri korban kesal. Lantaran, korban sering melakukan kekerasan kepada pelaku. Karena itu, dia mengajak anaknya Pransisca dan menantunya Ferdi Julianda untuk menghabisi nyawa korban.
“Korban dihabisi dirumahnya saat sedang tertidur,” katanya.
Dia menjelaskan, Neni berperan membekab korban. Sedangkan, tersangka Pransiska menindi tubuh korban. Sedangkan, tersangka Ferdi membacok kepala korban hingga berulang kali. Usai meninggal, tubuh korban dibuang di Jembatan Mangun Jaya-Pangkalan Jaya, Kecamatan Babat Toman tanpa identitas sedikit pun.
“Korban akhirnya ditemukan oleh warga dan melaporkannya ke polisi,” pungkasnya.
Baca Juga: Lindungi Boruto! Sarada Bisa dicap Pengkhianat Konoha
Sebelumnya, Satreskrim Polres Muba mengungkap pembunuhan terhadap korban Indra Maulana (49). Dari ungkap kasus, diketahui aksi pembunuhan ini dilakukan oleh Neni Triana yang tak lain istri korban. Aksi pembunuhan ini juga dibantu oleh anak korban, Pransiska dan menantunya Ferdi Julianda.
Terungkapnya aksi pembunuhan ini berawal dari penemuan mayat korban Indra Maulana di Jembatan Mangun Jaya-Pangkalan Jaya, Kecamatan Babat Toman, Jumat lalu (17/3). Kemudian, Satreskrim Polres Muba melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.
“Setelah mengetahui identitas korban, anggota Satreskrim langsung mendatangi rumah korban,” kata Kabag Ops Kompol M Ali Asri, Senin (20/3).
Setibanya di rumah korban di Desa Jud II, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba, Sumsel. Anggota bertemu dengan pelaku Ferdi. Pertemuan tersebut membuat pelaku Ferdi ketakutan, sehingga menimbulkan kecurigaan. Kemudian, pihaknya kembali melakukan penyelidikan.
Baca Juga: Shikamaru Emosi! Rahasia Amado dari Konoha Terkuak
“Akhirnya pelaku Ferdi ini mengungkapkan semua aksi pembunuhan tersebut terhadap korban, bersama istri dan ibu mertuanya,” pungkasnya.
Dari pengakuan ketiga tersangka, aksi nekat tersebut dilatarbelakangi karena kesal dan sakit hati. Karena, pelaku Neni sering mendapatkan KDRT dari korban. Bahkan, kerap kali korban berselingkuh. Karena itu, Neni pun mengajak anak dan menantunya untuk membunuh korban.
“Pelaku ini sering mendapatkan ancaman dan kena pukul oleh korban sehingga sakit hati dan nekat melakukan aksi pembunuhan,” ujarnya.
