RELUNG.ID – Menghadapi potensi lonjakan harga pangan di tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan dan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Muba, Rohman.
Kegiatan yang terselenggara berkat kerja sama antara Dinas Ketahanan Pangan Muba dan Perum Bulog Kanwil Sumsel-Babel ini menghadirkan 1.600 paket sembako berisi beras SPHP 5 kg dan minyak goreng 1 liter. Paket dijual seharga Rp75.000, jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
Wakil Bupati Rohman menekankan pentingnya respons cepat dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi gejolak inflasi yang diprediksi meningkat pada tahun ini.
“Koordinasi antar lembaga, khususnya TPID dan mitra lainnya, menjadi fondasi dalam mengendalikan harga dan memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar,” ujarnya saat membuka acara.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan GPM sebagai solusi cerdas memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muba, H. Alibadri, menyebutkan bahwa GPM merupakan bagian dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang terus digencarkan pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Melalui GPM, kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pangan utama dengan harga terjangkau dan pasokan tetap terjaga,” jelasnya.
Alibadri turut mengapresiasi dukungan CSR dari berbagai mitra pada tahun-tahun sebelumnya, seperti PT Petro Muba, yang memungkinkan harga jual paket GPM ditekan lebih rendah. Ia pun mengajak sejumlah pihak, seperti Bank BRI, Bank Sumsel Babel, Bank Mandiri, hingga PT Petromuba, untuk kembali berkontribusi dalam pelaksanaan GPM mendatang.
“Kolaborasi lewat dana CSR sangat membantu. Dengan subsidi tersebut, masyarakat lebih terbantu, dan program ini bisa menjangkau lebih luas,” tandasnya.[THQ]

