RELUNG.ID – Kebijakan Bupati Pati, Sudewo, yang menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen menuai reaksi keras dari masyarakat.
Kebijakan ini dinilai bertolak belakang dengan pernyataannya saat kampanye Pilkada 2024 lalu, di mana ia mengkritisi keras upaya peningkatan pendapatan daerah yang dibebankan kepada rakyat melalui pajak.
Dalam debat Pilkada Pati pada 13 November 2024, Sudewo yang saat itu menjadi calon bupati dari Partai Gerindra menyatakan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebaiknya tidak mengandalkan sektor pajak dan retribusi.
“Apalagi kalau peningkatan PAD bertitik tumpu pada sektor pajak dan retribusi, itu sangat-sangat kasihan kepada rakyat Kabupaten Pati,” kata Sudewo dikutip dari YouTube
Ia juga menekankan perlunya mencari skenario alternatif yang “elegan” untuk mendongkrak pendapatan tanpa membebani masyarakat.
Namun kini, setelah menjabat, Sudewo menetapkan kenaikan PBB sebesar 250 persen. Dalam pernyataan yang dirilis melalui laman resmi Humas Kabupaten Pati pada Rabu (6/8), ia mengatakan bahwa penyesuaian dilakukan setelah 14 tahun tarif PBB tidak mengalami perubahan.
“Telah disepakati bersama bahwa kesepakatannya itu sebesar kurang lebih 250 persen karena PBB sudah lama tidak dinaikkan, 14 tahun tidak naik,” ujar Sudewo.
Ia menyebut kebijakan ini telah dibahas bersama para camat serta PASOPATI (Paguyuban Kepala dan Perangkat Desa Kabupaten Pati).
Kebijakan tersebut memicu aksi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Pati. Alih-alih meredakan ketegangan, Sudewo justru mengeluarkan pernyataan yang menyulut reaksi lebih luas.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Sudewo menyatakan tidak akan mundur dari keputusannya meskipun didemo oleh puluhan ribu warga.
“Silakan lakukan. Jangan hanya 5.000 orang, 50.000 orang saja suruh dikerahkan, saya tidak akan gentar. Saya tidak akan mengubah keputusan,” ujarnya.
Merespons tantangan tersebut, masyarakat kini tengah mengorganisasi aksi demonstrasi besar-besaran yang direncanakan digelar di Alun-Alun Pati pada 13 Agustus 2025. Koordinator aksi, Ahmad Husein, mengungkap bahwa posko donasi telah dibuka untuk mendukung kelancaran aksi.
“Kemarin masyarakat ditantang sama Pak Sudewo, katanya tidak takut didemo 50 ribu orang sekalipun. Jadi kami jawab tantangan itu,” kata Husein.
“Sumbangan ini dari masyarakat semua, sebagai bukti bahwa penolakan terhadap kebijakan ini bukan gerakan elit, tapi dari bawah.” pungkasnya. (vid)

