RELUNG.ID – Nissan resmi mengakhiri produksi R35 GT-R, model legendaris yang dijuluki “pembunuh supercar”, setelah 18 tahun berkiprah.
Unit terakhir keluar dari jalur produksi di pabrik Tochigi, Jepang, menandai akhir dari era salah satu mobil sport paling ikonik di dunia.
Sejak diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2007, Nissan telah memproduksi sekitar 48.000 unit GT-R R35. Seluruh mesin V6 twin-turbo 3,8 liter VR38DETT dirakit secara manual oleh sembilan teknisi ahli yang dikenal sebagai Takumi di pabrik Yokohama, dengan setiap mesin dilengkapi plakat nama perakitnya.
Unit terakhir R35 GT-R adalah Premium Edition T-Spec dengan warna khas Midnight Purple, yang ditujukan khusus untuk pelanggan di Jepang.
Nissan sendiri telah menghentikan penerimaan pesanan sejak Februari 2025 untuk menyelesaikan sisa produksi.
Selama 18 tahun siklus hidupnya, GT-R R35 terus berevolusi melalui sejumlah pembaruan besar pada 2010, 2016, dan 2023.
Tenaga mesinnya meningkat dari 473 hp pada model awal menjadi hingga 600 hp pada varian Nismo. Mobil ini juga mencatatkan rekor di Nürburgring dengan waktu terbaik 7:08,679 pada 2013, sekaligus meraih berbagai kemenangan di ajang balap internasional, termasuk Super GT Jepang dan 12 Hours of Bathurst.
Presiden sekaligus CEO Nissan, Ivan Espinosa, menyebut berakhirnya produksi R35 sebagai momen bersejarah.
“Setelah 18 tahun yang luar biasa, R35 GT-R telah meninggalkan jejak abadi dalam sejarah otomotif. Warisannya merupakan bukti semangat tim kami dan loyalitas pelanggan kami di seluruh dunia. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan luar biasa ini,” ujarnya.
Meski demikian, Espinosa menegaskan bahwa Nissan belum menutup lembaran GT-R.
“Ini bukan perpisahan selamanya. Tujuan kami adalah agar nama GT-R suatu hari nanti kembali. Kami memahami ekspektasi yang tinggi, dan lencana GT-R hanya pantas disematkan pada sesuatu yang benar-benar istimewa,” tambahnya.
Meskipun belum ada jadwal resmi untuk penerus GT-R, Nissan memberi isyarat bahwa pengembangan generasi berikutnya tengah berlangsung.
Konsep Nissan Hyper Force 2023 memunculkan spekulasi akan adanya GT-R R36 dengan tenaga listrik berperforma tinggi dan baterai solid-state.
Namun, menurut mantan perencana produk R35, Hiroshi Tamura, opsi hibrida juga masih terbuka jika lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Dalam pernyataan resminya, Nissan menegaskan bahwa “pembelajaran dari R35 akan menjadi bagian integral dari GT-R generasi berikutnya, memastikan warisannya berkembang sekaligus meningkatkan tolok ukur performa.”
Dengan demikian, meski R35 telah menutup sejarah panjangnya, penggemar GT-R di seluruh dunia masih bisa berharap kehadiran generasi baru yang akan meneruskan warisan legendaris ini sebelum dekade berakhir. (LWM)

