RELUNG.ID – Polda Metro Jaya mengungkap adanya tiga kanal media sosial yang terdeteksi menyebarkan ajakan kepada pelajar untuk ikut aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan ajakan tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menarik para pelajar bergabung dengan massa aksi.
“Berdasarkan komunikasi awal secara humanis dengan para pelajar, mereka mengaku datang untuk demo karena mengikuti ajakan di media sosial. Setidaknya ada tiga akun yang sudah teridentifikasi melakukan ajakan tersebut,” ujar Ade Ary di Kompleks Parlemen, Senayan.
Saat ini, tim patroli siber Polda Metro Jaya masih mendalami jejak digital dan mencari keberadaan admin dari tiga akun tersebut.
“Dikomunikasikan, dicek, didalami. Patroli siber terus dilakukan,” jelas Ade Ary.
Polisi mencegah ratusan pelajar menuju lokasi demo sejak Kamis pagi. Mereka diamankan di berbagai titik, seperti Bekasi Kabupaten, Bekasi Kota, Tangerang Kota, Depok, Jakarta Pusat, serta sekitar Stasiun Palmerah yang dekat dengan titik kumpul massa.
Hingga siang hari, tercatat 267 pelajar berhasil diamankan. Salah satunya di Stasiun Tanah Abang, di mana seorang pelajar kedapatan membawa 9 anak panah.
Ade Ary menegaskan, seluruh upaya pengamanan dilakukan secara humanis tanpa tindakan represif. Para pelajar diberikan edukasi agar tidak mudah terprovokasi oleh konten media sosial.
“Tiga kanal medsos ini tidak diblokir, namun terus dipantau dan didalami. Kami berharap masyarakat juga berperan aktif dalam patroli siber agar kondisi dunia maya tetap kondusif,” katanya.
Polisi juga mengingatkan agar media sosial tidak disalahgunakan untuk menyebarkan ajakan yang merugikan masyarakat.
“Jangan gunakan medsos untuk kepentingan yang menimbulkan mudarat. Kalau ada pihak yang dirugikan, bisa saja menempuh jalur hukum,” tegas Ade Ary.[THQ]

