RELUNG.ID – Upaya PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang mulai menunjukkan hasil.
Melalui sosialisasi keselamatan yang rutin digelar bersama Komunitas Pencinta Kereta Api Opka Sumsel, angka kecelakaan tercatat menurun drastis.
Data KAI Divre III menyebutkan, pada semester I tahun 2025 terjadi 30 kejadian kecelakaan dengan korban meninggal dunia 2 orang. Jumlah ini turun 52 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 63 kejadian dengan 4 korban tewas.
“Penurunan ini membuktikan edukasi ke masyarakat sangat penting. Kesadaran pengguna jalan jadi kunci keselamatan di perlintasan sebidang. Kami berharap tren ini terus berlanjut,” tegas Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti.
Sosialisasi terbaru digelar di empat titik rawan, yakni JPL 71 B Km 319+140 dan JPL 89 Km 323+930 Prabumulih, serta JPL 148 dan 149 Lahat.
Dalam kegiatan ini, pengendara diingatkan untuk menerapkan prinsip BERTEMAN (Berhenti, Tengok kanan-kiri, Aman, dan Jalan) setiap melintas di perlintasan sebidang.
Menurut Aida, langkah sederhana itu bisa menyelamatkan nyawa sekaligus mencegah gangguan perjalanan kereta. Pasalnya, mayoritas kecelakaan terjadi akibat pengendara abai aturan dan nekat menerobos palang pintu.
KAI Divre III menegaskan komitmennya menggencarkan sosialisasi bersama stakeholder, mulai dari Dinas Perhubungan, TNI-Polri, Jasa Raharja, tokoh masyarakat, hingga komunitas pencinta kereta api.
“Keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat sekitar jalur rel untuk ikut mengingatkan, menjaga, dan menularkan kesadaran akan pentingnya keselamatan,” pungkas Aida. (KPB)

