RELUNG.ID – Taman Kota Betuah yang berdiri megah di samping Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Banyuasin kini tampak memprihatinkan. Alih-alih menjadi ruang publik yang indah, taman yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah itu berubah jadi lahan liar penuh semak belukar.
Pantauan di lokasi, rumput liar merajalela, plang nama taman rusak, dan tak ada fasilitas berarti yang bisa dibanggakan.
“Sayang sekali, sudah banyak uang negara habis. Tapi yang ada hanya plang nama dan rumput liar, tidak ada isi yang bisa dibanggakan,” kata Oni, warga Pangkalan Balai, dengan nada kesal.
Sejak diresmikan tahun 2024, taman ini memang belum pernah berfungsi sebagaimana mestinya. Rencana menghadirkan rusa sebagai ikon taman pun tak kunjung terealisasi. Kondisinya kini justru kumuh dan terbengkalai.
“Belum lama dibangun, tapi sudah rusak,” tambah warga lainnya.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Banyuasin, M Riyan Saputra, saat dikonfirmasi tidak menampik kondisi tersebut. Ia menyebut proyek taman masih dalam masa pemeliharaan.
“Belum dibayar, masih masa pemeliharaan,” ujarnya singkat.
Nasib Taman Kota Betuah kini jadi sorotan publik. Alih-alih memberi manfaat, proyek ini justru menambah daftar panjang pembangunan yang mubazir dan minim perencanaan matang di Banyuasin. (RDK)

