RELUNG.ID – Unggahan seorang pastor memimpin doa di Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW beredar di media sosial Facebook.
Unggahan ini pun menjadi viral di media sosial dan menimbulkan polemik.
Berdasarkan unggahan di facebook dituliskan Romo RD Yohanes Kristianto Vikjen Keuskupan Agung Palembang, mendapatkan undangan dan permintaan untuk memimpin doa pada sebuah perayaan atau peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025.
Dari unggahan ini diketahui momen tersebut terjadi di Doa lintas agama yang digelar oleh Kemenag Sumsel, di Palembang.
Unggahan ini pun langsung dibantah oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan dan menyebutkan fakta kejadian sebenarnya dari unggahan tersebut.
“Narasi yang ditulis dalam media sosial tersebut tidak benar dan bisa menimbulkan salah tafsir,” bantahnya.
Faktanya, Kemenag Sumsel bekerjasama dengan Pemprov Sumsel menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Istighasah, dan doa kebangsaan di Gedung Serbaguna Asrama Haji, Sumsel, Kamis malam (4/9/2025).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua format kegiatan. Kegiatan pertama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang disi pembacaan ayat suci al Quran, Istighasah, dan Doa. Sedangkan kegiatan kedua adalah Doa Kebangsaan yang melibatkan seluruh pemeluk agama dari enam agama.
“Acara Maulid Nabi dan Istighasah dimulai setelah Shalat Isya’ berjamaah dan hanya melibatkan para pemeluk agama Islam saja. Acara ini berlangsung lebih kurang satu jam,” katanya.
Setelah Maulid dan Istighasah usai, ada jeda sekitar setengah jam, menunggu para tamu undangan dari agama lain ikut bergabung dalam kegiatan Doa Kebangsaan.
Pada acara Doa Kebangsaan inilah, para pemimpin majelis agama diberi kesempatan memimpin doa sesuai agama masing-masing. Mulai dari tokoh agama Islam, dilanjutkan tokoh agama Kristen, Buddha, Hindu, Katolik, dan Khonghucu.
“Jadi, bukan Pastor memimpin doa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” tegasnya.
Kegiatan Istighasah dan Doa Kebangsaan ini merupakan bagian dari upaya mendoakan Indonesia yang aman, damai, dan kondusif.
Syafitri mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Gubernur, aparat keamanan, para pemimpin majelis agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Sumsel, di mana penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa di Sumsel beberapa waktu lalu berjalan aman dan damai.
“Kegiatan ini juga merupakan salah satu wujud syukur kita bahwa ternyata seluruh elemen masyarakat di Sumatera Selatan memang terbukti cinta damai. Mudah-mudahan kondisi seperti ini juga terwujud di seluruh wilayah Indonesia yang kita cintai ini,” pungkasnya. (DSK)

