RELUNG.ID – Harga cabai merah keriting di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mengalami lonjakan signifikan sejak akhir pekan lalu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi, menjelaskan kenaikan harga mulai terjadi sejak Jumat (12/9/2025), ketika cabai masih dijual Rp40 ribu per kilogram (Kg). Namun sehari kemudian harganya naik menjadi Rp45 ribu per Kg, lalu melonjak tajam pada Minggu (14/9) hingga Senin (15/9) di kisaran Rp80 ribu–Rp95 ribu per Kg.
“Hari ini (Selasa, 16/9) harga cabai merah keriting masih berada di level Rp80 ribu–Rp90 ribu per Kg,” kata Ruzuan.
Menurutnya, gejolak harga ini dipicu tingginya curah hujan yang menyebabkan banjir di sejumlah sentra produksi. Salah satunya di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, di mana sekitar 100 hektare lahan cabai yang siap panen terendam banjir.
“Padahal cabai sudah tinggal dipetik, tapi gagal panen karena banjir,” jelasnya.
Untuk menekan dampak kenaikan harga, pemerintah provinsi berencana berkoordinasi dengan daerah penghasil cabai lainnya. Namun langkah itu akan menyesuaikan dengan kondisi pasokan di Sumsel.
“Kalau memang harus dilakukan, tentu segera. Pemerintah akan memfasilitasi agar produsen atau pedagang bisa menginformasikan kebutuhan pasokan dari luar daerah,” tegas Ruzuan.
Sementara itu, harga rata-rata kebutuhan pokok di Sumsel pada Selasa (16/9/2025) tercatat sebagai berikut:
- Beras premium: Rp15.000/Kg
- Beras medium: Rp13.500/Kg
- Gula kemasan: Rp18.000/Kg
- Gula curah: Rp17.000/Kg
- Minyak goreng kemasan & curah: Rp19.000/Liter
- Daging sapi: Rp140.000/Kg
- Daging ayam: Rp37.000/Kg
- Telur ayam: Rp27.000/Kg
- Bawang merah: Rp34.000/Kg
- Bawang putih: Rp32.000/Kg
- Cabai rawit: Rp44.000/Kg
- Cabai burung: Rp44.000/Kg

