RELUNG.ID – Cuaca ekstrem saat ini kerap terjadi di wilayah Sumsel. Hal ini menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel.
Legislatif mengingatkan agar eksekutif mengambil tindakan mitigasi dalam menghadapi potensi banjir yang dapat terjadi di wilayah Sumsel.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, David Hardianto Aljufri mengatakan, saat ini beberapa daerah di Sumsel berada dalam kondisi siaga bencana dan memerlukan langkah antisipasi serius. Seperti contoh di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Wilayah ini telah bersiap dalam menghadapi bencana banjir, daerah ini juga telah memasang alat pendeteksi ketinggian air sungai.
“Di OKU itu sudah memasang tiga alat pendeteksi di muara sungai mereka,” katanya, Jumat (19/9/2025).
Pihaknya pun meminta pemerintah (eksekutif) untuk ikut bersiap mewaspadai bencana yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem, seperti banjir ini. Pemerintah dapat menganggarkan pemasangan alat serupa di daerah lainnya.
Dia menjelaskan, alat pendeteksi debit air sungai ini, dilengkapi alarm yang akan berbunyi jika ketinggian air mencapai level berbahaya. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat melalui kepala desa untuk tindakan evakuasi dini.
David menambahkan, pemasangan alat deteksi banjir harus diperluas ke daerah lain seperti OKU Raya, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Lubuklinggau serta daerah hulu Sungai Musi di Empat Lawang. Namun, ia mengakui harga alat ini cukup mahal sehingga memerlukan dukungan anggaran provinsi.
“Pemerintah wajib memberi peringatan dini bagi masyarakat di daerah aliran sungai. Jangan sampai bencana tidak diantisipasi sejak awal,” tegasnya.
Komisi V DPRD Sumsel juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan perangkat pendukung mitigasi bencana agar penanganan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Langkah ini penting untuk mencegah korban jiwa dan kerugian materiil akibat banjir. Dengan adanya alat pendeteksi dan sistem peringatan dini yang lebih baik,” pungkasnya. (DSK)

