RELUNG.ID- Mantan anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, kini menjadi sorotan publik usai video dirinya viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia melontarkan pernyataan kontroversial soal “merampok uang negara” yang memicu kemarahan masyarakat dan berujung pada pemecatan dirinya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Setelah dipecat secara tidak hormat, Wahyudin tak lagi berkiprah di dunia politik. Ia memilih kembali ke profesi lamanya sebagai pengusaha kecil, dengan berjualan es batu di Gorontalo.
“Teman-teman semua, pascatadi diumumkan oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo, saya alhamdulillah hari ini sudah diberhentikan dan sudah dicabut KTA-nya. Saya kini menjalani aktivitas sebagaimana biasa seperti tahun 2019 lalu menjadi pengusaha dan usaha kecil-kecilan,” ucap Wahyudin dalam sebuah video yang dikutip Selasa (23/9/2025).
Dalam unggahan lain, ia memperlihatkan aktivitas membuat es batu dan menyapa warganet dengan santai.
“Saya mulai dari nol lagi. Jadi supir truk lagi. Dan pergaulan saya akan tetap seperti kemarin,” ujarnya.
Wahyudin, yang juga anak dari mantan Bupati Boalemo, mengaku pasrah dengan keputusan partai. Namun, ia berusaha tegar dengan kembali menekuni usaha sederhana yang sebelumnya pernah digelutinya.
Profesi jualan es batu di Gorontalo sendiri cukup potensial. Cuaca panas membuat permintaan es batu tinggi, baik untuk warung makan, kafe, pedagang kaki lima, maupun rumah tangga. Usaha ini juga tidak membutuhkan modal besar dan bisa dikelola secara mandiri.
Bagi Wahyudin, kembali berjualan es batu bukan hanya soal mencari nafkah, tetapi juga menjadi simbol untuk memulai kembali dari nol setelah jatuh dari dunia politik. [YKP]

