RELUNG.ID – Pemerintah mencatat hingga saat ini penerima Makanan Bergizi Gratis (MBG) baru mencapai 30 juta.
Hal ini jaruh dari target yang ditetapkan presiden RI yakni sebanyak 82,9 juta penerima hingga akhir tahun.
“Saya sebagai presiden sangat sedih karena masih 50 juta anak-anak dan ibu hamil yang menunggu MBG ini,” katanya.
Meski demikian, capaian 30 juta penerima MBG ini merupakan suatu prestasi. Mengingat, saat ini kerap terjadi penyimpangan terhadap program tersebut.Karena itu, dia pun tidak dapat memaksakan target 82,9 juta penerima MBG hingga akhir tahun.
“Kita tidak bisa paksakan untuk lebih cepat. Sekarang saja bisa terjadi penyimpangan. Bayangkan kalau kita paksakan dengan secepat-cepatnya. Mungkin penyimpangan dan kekurangan bisa lebih dari itu,” terangnya.
“Tapi ingat, kita masih jauh dari target yakni 82 juta penerima manfaat,” singkatnya.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), angka keracunan MBG sejak Januari hingga 25 September mencapai 5.914 penerima. Sedangkan, kejadian paling banyak terjadi pada September yakni 2.210 orang baik siswa maupun guru.
Dari data, kebanyakan kasus ini dialami oleh dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru beroperasi.
“SDM mereka masih membutuhkan jam terbang. Selain itu juga ada faktor kualitas bahan baku, air dan SOP lainnya,” kata kepala BGN Dadan Hindayana dalam keterangan resminya. (vid)

