RELUNG.ID- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa Pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour), Ustaz Khalid Zeed Abdullah Basalamah, mengetahui sosok oknum dari Kementerian Agama (Kemenag) yang menerima uang terkait percepatan haji khusus. Meski demikian, KPK belum mengungkap identitas oknum tersebut.
“Yang paling tahu adalah Ustaz KB, yang paling tahu ketemu siapa,” kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Asep memastikan penyidik KPK sudah mengetahui identitas oknum Kemenag tersebut, namun belum bisa diumumkan kepada publik.
Sebelumnya, KPK menjelaskan bahwa uang yang diserahkan Khalid Basalamah merupakan hasil pemerasan oknum Kemenag terkait percepatan pemberangkatan haji khusus. Menurut Asep, oknum tersebut meminta sejumlah uang agar Khalid dan calon jemaah dapat berangkat haji langsung meski baru mendaftar.
“Ini bukan suap, karena inisiatifnya dari si oknum. ‘Kalau mau berangkat tahun ini, bayar dong uang percepatannya.’ Itu sudah memeras,” ujar Asep di Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Asep menambahkan, Khalid dan sekitar 122 calon jemaah akhirnya berangkat menggunakan haji khusus pada tahun yang sama. Namun, tak lama setelah ibadah haji berlangsung, DPR RI membentuk Pansus Haji untuk meninjau pembagian kuota haji 2024. Kondisi ini membuat oknum Kemenag ketakutan dan memutuskan mengembalikan uang hasil pemerasan kepada Khalid.
Selain dari oknum Kemenag, proses pembujukan Khalid untuk beralih dari haji furoda menjadi haji khusus juga melibatkan pihak travel perjalanan haji.
“Permintaannya berjenjang. Yang minta itu dari oknum Kemenag, tapi juga ke travel. Setelah ditelusuri, permintaannya berjenjang, dan masing-masing travel juga mengambil keuntungan,” kata Asep.[YKP]

