RELUNG.ID – Laju inflasi di Kota Palembang pada September 2025 tercatat meningkat menjadi 0,30 persen (month to month), naik dibanding Agustus 2025 sebesar 0,11 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (year on year) mencapai 3,28 persen, jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar 1,41 persen.
Kepala BPS Kota Palembang, Edi Subeno, menyebut bahwa kelompok makanan, minuman, dan rokok menjadi penyumbang utama inflasi kali ini, dengan kontribusi sebesar 0,17 persen.
Meski demikian, Pemerintah Kota Palembang menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa hanya berfokus pada sisi konsumsi, tetapi juga harus didukung dengan penguatan potensi ekonomi lokal.
Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Perekonomian, Riza Pahlevi, menilai peluang untuk memperbaiki kondisi ekonomi terbuka lebar bila aset daerah dapat dikelola secara optimal.
“Bagaimana kita memanfaatkan aset yang ada agar investor tertarik masuk ke Palembang. Banyak potensi lokal yang sebenarnya bisa digali lebih dalam sehingga ekonomi kota akan lebih sehat dan stabil,” kata Riza dalam Rilis Resmi Statistik BPS, Rabu (1/10/2025).
Ia menambahkan, sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang saat ini masih bertumpu pada sektor pajak. Menurutnya, perlu strategi baru agar kontribusi sektor lain dapat diperluas sehingga ketahanan ekonomi kota semakin kuat dalam menghadapi tekanan inflasi.
Riza juga mengapresiasi peran BPS yang secara rutin menyajikan data inflasi sehingga dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Data statistik ini penting agar kebijakan tidak lagi berbasis asumsi, tapi fakta. Dengan begitu, arah pembangunan ekonomi bisa lebih terukur,” tegasnya.[THQ]

