RELUNG.ID – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi tulang punggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Hingga kini tercatat 98 dapur SPPG telah beroperasi dan tersebar di 18 kecamatan Kota Palembang.
“Pemerintah pusat meminta daerah aktif mengawasi hingga ke tingkat bawah. Dari 98 dapur SPPG yang ada di Palembang, semuanya harus diawasi,” kata Ratu Dewa.
Ia menambahkan, sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dapur SPPG yang terbukti bermasalah akan dihentikan sementara untuk evaluasi.
“Kalau program MBG bermasalah, maka dilakukan penghentian sementara sembari evaluasi. Kami juga berharap kepolisian dan institusi terkait ikut melakukan investigasi serta uji makanan jika terjadi kasus keracunan,” tegasnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang yang dihimpun dari Badan Gizi Nasional (BGN) per 22 September 2025, program MBG yang mulai berjalan sejak 6 Januari 2025 telah menyasar 342 sekolah dari total 1.445 sekolah di Palembang. Artinya, masih ada 1.103 sekolah yang menunggu giliran.
Rinciannya, jenjang TK/PKBM baru 42 sekolah yang menerima manfaat (dari 825 sekolah), SD negeri dan swasta 208 sekolah (dari 403 sekolah), serta SMP negeri dan swasta 92 sekolah (dari 217 sekolah).
Jumlah penerima manfaat sudah mencapai 150.496 siswa, sementara 116.655 siswa lainnya masih menunggu giliran. Mereka terdiri dari 4.242 siswa TK/PKBM, 93.650 siswa SD, dan 52.604 siswa SMP yang telah menerima layanan MBG.
Kepala Disdik Kota Palembang, M. Affan Prapanca, melalui Kabid SD/SMP Kaplatul Ahlia, menjelaskan jumlah dapur SPPG kemungkinan besar akan terus bertambah, seiring target pemerintah agar seluruh siswa TK, SD, hingga SMP dapat merasakan program MBG.
“Kalau soal dapur itu kewenangan BGN, sementara Disdik hanya memfasilitasi. Kalau SPPG masuk sekolah, kami menyiapkan data. Setiap bulan biasanya ada penambahan sekolah dan siswa penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh kecamatan di Palembang kini sudah terjangkau program MBG, meskipun pelaksanaannya masih bertahap menunggu kesiapan dapur.
Dengan semakin banyaknya siswa penerima manfaat, Pemkot Palembang menekankan pentingnya pengawasan kualitas dapur SPPG agar program Makan Bergizi Gratis berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran.[THQ]

