RELUNG.ID – Babak baru pengelolaan energi rakyat resmi dimulai. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah akan membeli hasil produksi minyak rakyat dengan harga 80 persen dari Indonesian Crude Price (ICP), memberi peluang besar bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung pada ketahanan energi nasional.
“Mulai hari ini, koperasi dan UMKM bisa mengelola sumur minyak secara resmi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan,” tegas Bahlil saat meninjau sumur minyak rakyat di Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (16/10/2025).
Langkah ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat. Berdasarkan aturan tersebut, pengelolaan wajib dilakukan melalui koperasi, UMKM, atau BUMD agar tetap terorganisir dan sesuai standar operasional yang berlaku.
Bahlil menegaskan, seluruh hasil minyak yang diproduksi masyarakat akan dihitung sebagai bagian dari produksi nasional migas Indonesia. Dengan ICP Agustus 2025 tercatat sebesar USD 66,07 per barel, masyarakat berpotensi menikmati harga jual sekitar USD 52,85 per barel atau setara Rp850 ribu per barel.
“Dengan harga 80 persen dari ICP, masyarakat bisa menikmati hasil produksi tanpa harus bergantung pada jalur ilegal,” ujarnya.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut baik kebijakan tersebut. Menurutnya, legalisasi sumur minyak rakyat memberi kepastian hukum dan menghapus stigma negatif terhadap aktivitas pengeboran rakyat.
“Selama ini masyarakat hanya bisa berharap. Sekarang mereka bisa bekerja dan mengelola potensi daerahnya secara sah,” kata Deru.
Ia juga menilai kebijakan ini bisa menghapus praktik penjualan ilegal dan meningkatkan kesejahteraan warga di daerah penghasil minyak.
“Dengan sistem baru ini, semua proses dari hulu ke hilir akan terintegrasi dan transparan,” tambahnya.
Data Dinas ESDM Sumatera Selatan mencatat, ada 21.350 sumur minyak rakyat di provinsi tersebut. Sebagian besar tersebar di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan jumlah mencapai 20.449 sumur, menjadikannya wilayah dengan potensi produksi terbesar.
Adapun sisanya tersebar di Musi Rawas (566 sumur), Musi Rawas Utara (32 sumur), Muara Enim (71 sumur), Banyuasin (67 sumur), dan PALI (165 sumur).[THQ]

