RELUNG.ID – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menyoroti ketimpangan perekonomian nasional yang masih didominasi Pulau Jawa. Menurutnya, saat ini sekitar 56% pusaran ekonomi nasional berputar di Pulau Jawa, sementara Sumatra hanya 22 persen, dan sisanya tersebar di Kalimantan, Sulawesi, serta wilayah timur Indonesia.
Kondisi itu, kata Deru, menjadi tantangan besar bagi pemerataan ekonomi nasional, sekaligus peluang bagi daerah seperti Sumsel yang kaya akan sumber daya alam dan manusia untuk naik kelas.
“Bagaimana agar Kadin bisa berperan membagi pusaran ekonomi ini, jangan hanya berputar di Jawa. Sumatra, khususnya Sumsel, punya potensi luar biasa,” ujar Deru saat membuka Kadin Sumsel Expo 3rd, Selasa (21/10/2025).
Deru mengungkapkan bahwa Sumsel kini tengah mengemban penugasan strategis nasional untuk mempercepat pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Infrastruktur tersebut akan menjadi gerbong utama ekspor dan distribusi produk unggulan Sumsel seperti kopi, karet, sawit, dan batubara.
“Bayangkan, satu-satunya ibu kota provinsi di Indonesia yang belum punya pelabuhan samudra itu hanya Sumsel. Tak heran kalau produk kita seperti kopi sering diklaim daerah lain,” tegasnya.
Dengan hadirnya Pelabuhan Tanjung Carat, Sumsel berpotensi memutus ketergantungan jalur distribusi lewat provinsi lain sekaligus menekan kebocoran pendapatan daerah.
Deru menegaskan, pembangunan pelabuhan bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi harus diikuti aktivitas ekonomi yang nyata. Di sinilah peran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menjadi sangat vital.
“Kalau ada pelabuhan tok saja, tidak ada gunanya kalau tak ada aktivitas. Nah, aktivitas itu ada di tangan para pengusaha, anggota Kadin. Jadi Kadin harus ikut menggerakkan, bukan hanya menunggu,” ujarnya.
Deru berharap Kadin Sumsel dapat menjadi motor kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk mempercepat pembangunan kawasan ekonomi di sekitar pelabuhan.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menilai Sumsel memiliki pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional. Ia menyebut, kekuatan ekonomi daerah ini tidak hanya bersumber dari sektor tambang, tetapi juga dari komoditas perkebunan seperti kelapa sawit dan kopi.
“Sumsel pertumbuhannya bagus, di atas nasional. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat,” ujar Anindya.
Kadin Indonesia, lanjutnya, siap menjajaki model kerja sama investasi publik-swasta (Public Private Partnership/PPP) untuk mempercepat realisasi proyek pelabuhan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.
“Kita siap kerja sama dalam skema PPP supaya PSN ini bisa segera jalan,” tutupnya.

