RELUNG.ID- Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang debt collector (DC) berusaha menarik paksa sepeda motor milik seorang ibu di Denpasar, Bali, dengan alasan menunggak cicilan.
Namun, setelah diperiksa, motor tersebut ternyata dibeli secara tunai (cash) di dealer resmi.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo memperlihatkan seorang pria diduga debt collector bersama rekannya datang ke rumah seorang perempuan. Ia mengaku hendak mengecek nomor rangka kendaraan yang disebut menunggak pembayaran.
Namun, pemilik motor menolak permintaan tersebut karena sang DC tidak dapat menunjukkan surat tugas resmi dan dirinya merasa tidak memiliki urusan dengan pihak leasing mana pun.
“Motor saya beli cash di dealer, tidak ada urusan sama leasing. Kalau mau periksa, silakan ke kantor resmi,” ujar perempuan tersebut dalam video.
Meski sudah dijelaskan, debt collector itu tetap bersikeras hingga terjadi perdebatan di lokasi. Peristiwa itu kemudian menyita perhatian publik setelah video berdurasi sekitar dua menit itu beredar luas di media sosial.
Belakangan, sang debt collector muncul dan memberikan klarifikasi serta permintaan maaf. Ia mengaku terjadi kesalahan data dari pihak finance.
“Pihak finance salah memasukkan nomor DK (Bali). Maka itu ada kekeliruan antara saya dan kantor. Karena saya juga terlambat menunjukkan surat tugas, ibu ini tidak mengizinkan pemeriksaan,” ujarnya dalam video klarifikasi yang juga viral.
Ia menambahkan, setelah dicek ulang, nomor kendaraan milik perempuan itu tidak bermasalah dan benar dibeli secara tunai.
“Setelah diperiksa, memang benar motor ibu ini dibeli cash di dealer. Saya minta maaf atas kekeliruan dan keributan yang terjadi di lingkungan masyarakat,” katanya menyesal.
Insiden ini sontak memicu beragam reaksi warganet. Banyak yang mengecam tindakan DC tersebut, namun tak sedikit pula yang menyindir dengan komentar bernada candaan.
“Pembelian tunai kan nggak masuk leasing,” tulis akun @mtq.
“Dikit-dikit minta maaf, padahal lebaran masih lama,” sindir akun @barumbung.[YKP]

