RELUNG.ID – Luasan lahan panen padi di Banyuasin mengalami penurunan hingga mencapai 555 hektare.
Dimana tercatat semmula seluas 177.999 hektar pada tahun 2022. Kini menjadi 177.44 hektare di tahun 2023.
“Penurunan luasan lahan panen padi ini dikarenakan beberapa faktor mulai dari gangguan hama hingga cuaca,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banyuasin, Sarip, Senin (23/10).
Baca Juga: Prabowo Bakal Temui Megawati, Bahas Status Gibran
Menurutnya, penurunan luasan lahan ini tidak terlalu signifikan. Bahkan, tidak berdampak pada hasil produksi padi maupun beras.
Berdasarkan data, produksi padi di Banyuasin tahun ini mencapai 915.748 ton. Meningkat 18.320 ton atau 2,04 persen dari tahun lalu yang mencapai 897.428 ton.
Begitupun poduksi beras yang mengalami kenaikan sebesar 10.520 ton atau 2,04 persen. Dari sebelumnya 515.532 ton menjadi 525.973 ton.
Baca Juga: Sifat Mirip Iblis, Ini 5 Kekejaman Dr Vegapunk York
Sedangkan untuk luas panen padi Sumsel diperkirakan 502,16 ribu hektare dengan produksi padi sekitar 2.762,06 ribuan ton gabah kering giling.
“Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras Sumsel pada tahun 2023 sebesar 1.586,13 ribu ton,” terangnya.
Dia mengaku, saat ini Banyuasin tetap berada di peringkat 4 secara nasional sebagai daerah penghasil beras.
Baca Juga: York Lepas! Bebaskan Seraphim atau Tembak Kepala Nakama Topi Jerami
“Ini akan tetap dipertahankan, bahkan tidak menutup kemungkinan naik peringkat,” tutupnya.

