RELUNG.ID- Setelah sekian lama tak muncul di hadapan publik, Ahmad Sahroni akhirnya tampak kembali dan menceritakan pengalaman kelam ketika rumahnya dijarah massa.
Video kemunculannya yang diunggah di media sosial, Senin (3/11/2025), sontak viral dan menjadi sorotan publik.
Dalam video itu, Sahroni berbicara di depan warga sekitar rumahnya di Jalan Swasembada, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dengan nada tegas namun penuh emosi, ia mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pihak-pihak yang membencinya tanpa dasar.
“Semua orang membenci saya, semua orang mencari saya. Bapak ibu, saya alhamdulillah tidak korupsi,” kata Sahroni, seperti dikutip dari akun Instagram @newsfromindonesia.
Politikus yang dikenal sebagai “Crazy Rich Tanjung Priok” itu menyinggung anggapan publik bahwa rumahnya yang dijarah merupakan hasil dari uang rakyat.
“Tapi dianggap rumah ini duit rakyat dari hasil pajak. Saya yakin orang-orang yang teriak itu boro-boro bayar pajak, pasti nunggu sembako juga,” ujarnya.
Sahroni juga menceritakan kejadian mencekam saat penjarahan berlangsung pada Agustus 2025 lalu. Ia bahkan sempat bersembunyi di plafon rumahnya untuk menghindari massa, namun terjatuh karena plafon tak kuat menahan beban.
“Plafonnya enggak kuat. Saya jatuh,” ungkapnya.
Ia mengaku dalam situasi itu tak bisa mempercayai siapa pun.
“Saya dalam keadaan hari itu tidak percaya sama satu orang pun. Kalaupun hari itu saya meninggal, saya sudah ikhlasin,” tuturnya lirih.
Selain tampil di depan publik secara langsung, Sahroni juga muncul secara daring dalam Musyawarah Nasional (Munas) X Ikatan Motor Indonesia (IMI) 2025.
Sebagai Sekretaris Jenderal IMI, Sahroni menyampaikan sambutan khusus dan memberikan dukungan kepada Moreno Soeprapto sebagai calon Ketua Umum IMI berikutnya.
“Saya harap bapak Moreno yang saya banggakan menjadi ketua umum yang akan datang, makin hebat, makin luar biasa, dan tentunya IMI menjadi hebat yang super hebat,” ucapnya.
Ia juga meminta maaf kepada seluruh pengurus IMI periode 2020–2025 atas segala kekurangan selama dirinya menjabat.
Sebelumnya, Ahmad Sahroni telah melaporkan kasus penjarahan rumahnya ke Polres Metro Jakarta Utara pada Senin (1/9/2025) malam melalui kuasa hukumnya.
Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Laporan di Polres dan penanganan kasusnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Ipda Maryati Jonggi.
Polisi menyebut telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi terkait penjarahan tersebut. Namun, identitas mereka belum diungkap ke publik.[YKP]

