RELUNG.ID- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 bagi siswa kelas 12 SMA di seluruh Indonesia resmi dimulai pada Senin (3/11/2025). Namun, hari pertama ujian ini diwarnai dengan insiden seorang siswa yang melakukan siaran langsung di TikTok saat mengikuti TKA, dan video tersebut viral di media sosial.
Salah satu siswa kelas 12 SMAN 1 Yogyakarta (SMA Teladan Yogyakarta), Naya, mengaku sudah mendengar peristiwa tersebut dan menyayangkan sikap tidak sportif itu.
“Banyak teman-teman yang belajar keras, bukan cuma buat nilai bagus, tapi juga buat buktiin kalau angkatan kami bukan ‘SDM kurang’. Tapi malah ada yang live TikTok pas ujian. Malu aja,” kata Naya, Senin (3/11/2025).
Menurut Naya, TKA bukan penentu kelulusan, sebab siswa masih punya kesempatan lain seperti UTBK SNBT atau jalur mandiri perguruan tinggi negeri. Namun, ia menilai sikap curang mencerminkan masalah moral yang perlu diperbaiki sejak dini.
“Sedih dengarnya, sampai ada yang live gitu. Balik lagi ke moral pribadi sih,” ujarnya.
Di hari pertama ujian, Naya mengerjakan tiga mata pelajaran wajib, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Ia mengaku cukup percaya diri dengan Bahasa Inggris karena sudah ikut bimbingan belajar sejak SMP, namun menganggap soal Matematika sangat menantang.
“Satu soal analisis bisa makan waktu tiga menit sendiri,” katanya.
Naya juga mengungkap adanya kendala teknis saat ujian berlangsung. Ia dan beberapa temannya sempat sulit login ke server ujian, sementara waktu tetap berjalan tanpa tambahan kompensasi.
“Sempat susah login ke server. Jadi agak panik karena waktu terus jalan,” ucapnya.
Menanggapi pelaksanaan TKA dan insiden live TikTok, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, mengimbau siswa untuk tidak mencari bocoran atau berbuat curang.
“Enggak usah cari-cari bocoran, karena setiap laptop dan token ruangan itu berbeda,” tegas Gogot saat memantau TKA di SMAN 78 Jakarta, Senin (3/11/2025).
Sementara itu, Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, memastikan tidak ada soal TKA yang sama antar-siswa dan menegaskan komitmen pemerintah menjaga integritas dan keadilan akademik.
“Kami membuka posko pemantauan daring dan berkoordinasi dengan dinas pendidikan serta pengawas daerah untuk memastikan pelaksanaan berjalan jujur,” kata Toni.
Toni menambahkan, Kemendikdasmen sedang menindaklanjuti laporan terkait siswa yang melakukan live TikTok saat ujian. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan dinas pendidikan provinsi dan Kemenag untuk memberi sanksi tegas.
“Dalam Kepmendikdasmen Nomor 95 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA, peserta dilarang membawa atau menggunakan gawai selama ujian berlangsung,” tegasnya.[YKP]

