RELUNG.ID – KAI Divre III Palembang tak sekadar menawarkan potongan harga melalui program 12.12. Diskon 20 persen untuk KA Sindang Marga Kelas Eksekutif relasi Kertapati–Lubuklinggau (PP) ini juga dibaca sebagai langkah strategis perusahaan mengatur arus penumpang menjelang puncak mobilitas Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan promo hanya berlaku pada 12 Desember 2025 melalui aplikasi Acces by KAI, namun tiket hasil promo bisa digunakan untuk perjalanan 12 hingga 17 Desember. Rentang waktu ini menjadi ruang buffer agar pergerakan penumpang tidak menumpuk di satu hari tertentu.
“Promo 12.12 ini bukan hanya apresiasi untuk pelanggan, tapi juga manajemen arus perjalanan agar distribusi penumpang lebih merata menuju masa puncak Nataru,” kata Aida.
Untuk menopang kebutuhan tersebut, KAI menambah satu rangkaian kereta eksekutif pada 12–15 Desember, meningkatkan kapasitas harian KA Sindang Marga menjadi 250 kursi. Total 1.400 tempat duduk disiapkan selama periode promo, sebagai antisipasi lonjakan penumpang yang setiap tahun meningkat signifikan di pertengahan Desember.
Hingga dini hari peluncuran promo pukul 00.00 WIB, KAI mencatat ketersediaan kursi masih cukup besar: 56% untuk perjalanan Kertapati–Lubuklinggau dan 63% untuk relasi sebaliknya. Namun Aida menegaskan angka itu dapat berubah cepat.
“Kami imbau pelanggan segera melakukan pemesanan. Promo hanya satu hari dan kursinya terbatas. Pastikan juga jadwal keberangkatan sesuai kebutuhan,” ujar Aida.
KAI Divre III Palembang menyebut penambahan kapasitas dan promo terpadu adalah bagian dari strategi operasional menghadapi periode kritis Nataru, di mana perjalanan jarak menengah Palembang–Lubuklinggau menjadi salah satu rute terpadat di Sumatera Selatan.
Dengan mendorong masyarakat memesan lebih awal melalui diskon, KAI berharap pola perjalanan lebih tersebar, mengurangi risiko kepadatan ekstrem pada pekan terakhir Desember.
“Kami terus meningkatkan kualitas layanan dan menyiapkan berbagai program untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat Sumsel,” tutup Aida. (KPB)

