RELUNG.ID – Keberadaan ponsel pintar dengan kapasitas RAM 16 GB diperkirakan akan semakin langka pada tahun depan.
Hal ini dipicu oleh kelangkaan pasokan memori global yang berdampak langsung pada industri perangkat seluler.
Selama ini, meme mengenai mahalnya harga RAM kerap menjadi bahan candaan di kalangan pengguna teknologi.
Namun, di balik humor tersebut tersimpan persoalan serius, yakni terbatasnya pasokan chip memori yang berpotensi mengubah konfigurasi ponsel pintar di pasar global.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa produsen ponsel kemungkinan besar akan mengurangi produksi perangkat dengan RAM besar, termasuk RAM 16 GB.
Sebagai gantinya, ponsel dengan RAM 4 GB diprediksi kembali banyak beredar, terutama di segmen entry-level dan pasar yang sensitif terhadap harga.
Tren kenaikan harga ponsel sebenarnya sudah terlihat. Beberapa perangkat flagship dilaporkan mengalami peningkatan harga dibandingkan generasi sebelumnya.
Bahkan, Samsung dikabarkan tengah mempertimbangkan kenaikan harga untuk lini ponsel kelas menengahnya di pasar India.
Namun, menaikkan harga bukanlah solusi yang dapat diterapkan di semua wilayah. Di negara-negara dengan daya beli terbatas, produsen ponsel cenderung memilih langkah efisiensi biaya ketimbang membebankan harga lebih tinggi kepada konsumen.
Akibatnya, konfigurasi RAM ponsel diprediksi akan mengalami penyesuaian. Sumber industri memperkirakan produksi ponsel dengan RAM 12 GB akan dikurangi hingga 40 persen.
Sementara itu, varian RAM 6 GB dan 8 GB diproyeksikan menjadi pilihan utama untuk menggantikan posisi tersebut di pasar.
Kelangkaan ini disebut sebagai dampak langsung dari meningkatnya permintaan chip memori berkecepatan tinggi, seperti High Bandwidth Memory (HBM) dan DRAM GDDR5.
Kedua jenis chip tersebut kini banyak diserap oleh pusat data kecerdasan buatan (AI) yang pertumbuhannya sangat pesat. (LWM)

