RELUNG.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel menangkap seorang yang diduga bandar sekaligus distributor narkoba jenis sabu yakni Nurhasan (47).
Warga Jalan Supratman, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang ini menggunakan sebuah mobil jenis Avanza untuk membawa sabu seberat 115 kilogram.
“Rencananya sabu ini akan dipasarkan ke seluruh wilayah di Sumsel,” kata Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Djoko Prihadi, Senin (30/1).
Penangkapan ini berawal dari informasi, kemudian dilakukan pengembangan. Sehingga diketahui akan ada distribusi sabu berasal dari Aceh. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata terjadi transaksi penyerahan sabu seberat 115 kilogram ke wilayah Palembang.
“Dari informasi tersebut, kami bersama Bea Cukai langsung melakukan pencegatan,” terangnya.
Pelaku berhasil lolos dari pencegatan. Lantaran, transaksi dilakukan menggunakan jalur darat. Kemudian, pihaknya berhasil mengetahui keberadaan pelaku saat berada di Jalan Kolonel Dani Efendi, Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Palembang, pada Selasa (24/1), sekira pukul 11.30 WIB.
Pelaku yang mengendarai mobil Toyota Avanza warna silver dengan nomor polisi (nopol) BA 1866 KB, langsung disetop oleh petugas. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu di dalam bagasi bagian belakang mobil.
Sabu dikemas pelaku dalam sebuah koper dan karung. Di dalam satu buah koper warna hitam didapati berisi 20 bungkus sabu. Kemudian tiga buah karung warna putih masing-masing berisi 20 bungkus, jadi total 60 bungkus.
Baca Juga: Kisah Asmara Song Joong Ki dan Katy Louise Saunders yang Bocor dari Ucapan Terima Kasih
Selanjutnya, ada lagi satu buah karung warna putih yang berisi 15 bungkus sabu, empat karung putih masing-masing berisikan lima bungkus sabu dengan total 20 bungkus.
“Jadi awalnya barang dan kendaraan ini diantar oleh kurir dari Pekanbaru, langsung diserahkan kepada tersangka di Palembang dengan tidak berganti mobil, langsung diserahkan kuncinya,” jelasnya.
Tersangka ini bukanlah kurir, tetapi sebagai pengendali dan distributor di wilayah Sumsel. Barang ini terindikasi di distribusikan ke wilayah Musi Rawas, Lubuk Linggau, dan Musi Rawas Utara (MLM). Kemudian Pali, Musi Banyuasin, OKI, dan Lampung.
“Kasus ini nantinya dilakukan pengembangan jaringannya dengan bekerjasama stakeholder seperti kepolisian, bea cukai, BNN Pusat dan Mabes Polri,” ujarnya.
Baca Juga: Bank BTN Peroleh PMN Rp2,5 Triliun, Menkeu: Itu Uang yang Berasal dari Rakyat Indonesia
Menurutnya, jaringan ini melibatkan koneksi internasional, hal ini terlihat dari kemasannya yang merupakan barang baru. Bahkan, di dalamnya terdapat lambang hologram naga dan diamond bertuliskan excellent. Artinya, barang tersebut cukup bagus dan sudah dilakukan cek labfor Polda Sumsel didapati kualitas sabu tersebut bagus.
“Sabu ini berasal dari kawasan golden triangle yakni Laos, Myanmar dan Thailand. Dari informasi, produksi dari Myanmar, Thailand dan Laos Utara ini tempat produksi yang sulit dijangkau aparat keamanan setempat maupun tim gabungan sehingga leluasa memproduksi,” pungkasnya.

