RELUNG.ID – Aksi bom bunuh diri terjadi di dalam sebuah masjid di komplek polisi di Kota Peshawar, Pakistan Barat Laut. Akibatnya, 28 orang tewas dan 150 jemaah mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi dari pejabat setempat, korban kebanyakan polisi.
Baca Juga: Kisah Asmara Song Joong Ki dan Katy Louise Saunders yang Bocor dari Ucapan Terima Kasih
Gubernur provinsi di Khyber Pakhtunkhwa, Ghulam Ali mengatakan ada kekhawatiran jumlah korban tewas dapat terus meningkat kembali. Dimana, sebagian besar korban adalah polisi. Masjid ini sendiri terletak di dalam komplek yang luas dan berfungsi juga sebagai markas polisi kota.
Sementara itu, Pejabat polisi senior di Peshawar, Saddique Khan mengatakan setidaknya ada 300 hingga 350 jemaah yang berada di dalam masjid saat pengemboman terjadi. Hingga kini, belum ada yang bertanggungjawab atas pengeboman tersebut.
Kompleks polisi terletak di zona keamanan tinggi di Peshawar, bersama dengan beberapa gedung pemerintah, dan tidak jelas bagaimana pengebom berhasil menembus jauh ke dalam zona tersebut tanpa diketahui.
“Atap masjid runtuh dan ambruk serta melukai banyak orang,” kata petugas polisi, Zafar Khan.
Baca Juga: Dirlantas Polda Sumsel Banyak Temukan Pelanggaran Plat Palsu!
Perdana Menteri Shahbaz Sharif dalam sebuah pernyataan mengutuk pengeboman itu, dan memerintahkan pihak berwenang untuk memastikan perawatan medis terbaik bagi para korban. Dia juga bersumpah memberikan tindakan tegas terhadap mereka yang berada di balik serangan itu.
Mantan Perdana Menteri Imran Khan juga mengutuk pengeboman itu, menyebutnya sebagai ‘serangan bunuh diri teroris’ dalam sebuah posting Twitter. ‘Doa & belasungkawa saya untuk keluarga korban,’ kata mantan perdana menteri.
‘Sangat penting kita meningkatkan pengumpulan intelijen kita dan melengkapi pasukan polisi kita dengan benar untuk memerangi ancaman terorisme yang semakin meningkat.’ tulisnya.
